Lupakan Permusuhan, Aljazair Izinkan Penerbangan ke Maroko untuk Bantu Korban Gempa
Minggu, 10 September 2023 - 08:01 WIB
loading...
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian korban di Amizmiz setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Maroko, 9 September 2023. Foto/REUTERS/Abdelhak Balhaki
A
A
A
ALJIR - Gempa bumi mematikan di Maroko mendorong Aljazair , yang memutuskan hubungan dengan tetangganya dua tahun lalu, mengesampingkan hubungan buruk kedua negara dan membuka wilayah udaranya untuk membantu penerbangan bagi korban gempa.
Perbatasan antara Aljazair dan Maroko, negara paling kuat di kawasan ini, telah ditutup sejak tahun 1994 dan Aljazair menutup wilayah udaranya ke Maroko. Aljazair juga menangguhkan hubungan diplomatik pada tahun 2021, dengan menuduh Rabat melakukan "tindakan bermusuhan".
Aljazair menuduh Maroko menggunakan spyware untuk melawannya, mendukung kelompok separatis dan gagal dalam komitmen bilateral termasuk mengenai wilayah Sahara Barat yang disengketakan, tuduhan yang ditolak Maroko dan dianggap "tidak masuk akal".
Baca Juga: Gempa Maroko: Ribuan Orang Tewas, Masjid Kutubiyya dan Tembok Merah Rusak
Aljazair lebih lambat dalam menyampaikan belasungkawa dibandingkan banyak negara lain di Afrika Utara dan Eropa pada hari Sabtu, namun Kementerian Luar Negeri negara itu mengatakan pihaknya "menyusul dengan kesedihan dan kesedihan yang besar" setelah terjadinya gempa bumi.
Perbatasan antara Aljazair dan Maroko, negara paling kuat di kawasan ini, telah ditutup sejak tahun 1994 dan Aljazair menutup wilayah udaranya ke Maroko. Aljazair juga menangguhkan hubungan diplomatik pada tahun 2021, dengan menuduh Rabat melakukan "tindakan bermusuhan".
Aljazair menuduh Maroko menggunakan spyware untuk melawannya, mendukung kelompok separatis dan gagal dalam komitmen bilateral termasuk mengenai wilayah Sahara Barat yang disengketakan, tuduhan yang ditolak Maroko dan dianggap "tidak masuk akal".
Baca Juga: Gempa Maroko: Ribuan Orang Tewas, Masjid Kutubiyya dan Tembok Merah Rusak
Aljazair lebih lambat dalam menyampaikan belasungkawa dibandingkan banyak negara lain di Afrika Utara dan Eropa pada hari Sabtu, namun Kementerian Luar Negeri negara itu mengatakan pihaknya "menyusul dengan kesedihan dan kesedihan yang besar" setelah terjadinya gempa bumi.
Lihat Juga :