alexametrics

Otoritas Saudi Tangkap 2.000 Orang yang Coba Masuk Secara Ilegal ke Situs Suci

loading...
Otoritas Saudi Tangkap 2.000 Orang yang Coba Masuk Secara Ilegal ke Situs Suci
Pasukan keamanan di Makkah, Arab Saudi menghentikan sedikitnya 2.050 orang yang mencoba memasuki situs suci secara ilegal. Foto/REUTERS
A+ A-
MAKKAH - Pasukan keamanan di Makkah, Arab Saudi menghentikan sedikitnya 2.050 orang yang mencoba memasuki situs suci secara ilegal. Saudi benar-benar membatasi akses ke situs-situs suci, terutama saat haji, untuk meredam penyebaran Covid-19.

"Kami menghentikan 2.050 orang yang melanggar instruksi masuk ke situs-situs suci dan langkah-langkah hukum akan diambil untuk melawan mereka," kata Komando Pasukan Keamanan Haji, seperti dilansir Al Arabiya padaSabtu (8/1/2020).

(Baca juga: Arab Saudi: Selain Bebas Covid-19, Seluruh Jamaah Haji Tak Sakit Apapun)

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan beberapa hukuman karena melanggar pembatasan pada haji terbatas tahun ini, termasuk denda sebsar USD 2.600 atau sekitar Rp. 35 juta untuk orang-orang yang memasuki situs-situs suci di Makkah tanpa izin selama haji. Pelanggaran berulang, berarti denda juga akan berlipat.



Adapun mereka yang secara ilegal mengangkut jemaah haji yang belum disetujui untuk melakukan haji tahun ini, para pejabat keamanan menyoroti bahwa ada beberapa tingkatan hukuman mereka.

Untuk pelanggaran pertama, dia akan dipenjara 15 hari dan didenda hingga USD 2.600 untuk setiap jamaah tidak sah yang diangkutnya. Jika pelanggar mengulangi pelanggaran untuk kedua kalinya, ia akan dipenjara selama dua bulan dan didenda tidak lebih dari USD 6.600 atau sekitar Rp. 80 juta untuk setiap peziarah tidak sah yang diangkutnya.



(Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan)

Jika pelanggar mengulangi pelanggaran untuk ketiga kalinya, ia akan dipenjara untuk jangka waktu tidak lebih dari enam bulan dan didenda tidak lebih dari USD 13 ribu atau sekitar Rp. 200 juta untuk setiap peziarah tidak sah yang diangkutnya.

Jika para pelanggaradalah seorang ekspatriat, maka dia akan dideportasi setelah menyelesaikan hukumannya dan dilarang memasuki kembali wilayah Saudi.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak