3 Alasan India Mengganti Nama Menjadi Bharat

Jum'at, 08 September 2023 - 11:30 WIB
loading...
3 Alasan India Mengganti...
Perdana Menteri India Narendra Modi berjalan melintasi bendera-bendera anggota G20 di New Delhi, India. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - India saat ini sedang menjadi sorotan dunia lantaran isu pergantian nama negaranya menjadi “Bharat”. Hal ini mencuat usai beredar undangan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang digelar di India pada 7 hingga 9 September 2023.

Dalam undangan tersebut tertulis “President of Bharat”, sehingga diskusi dan dugaan tentang kemungkinan India mengubah namanya menjadi Bharat telah menjadi topik yang diperbincangkan.

Lantas apa alasan India akan mengganti nama negaranya menjadi Bharat? Berikut ulasannya:

Alasan India Mengganti Nama Menjadi “Bharat”

1. Nama India Merupakan Warisan Penjajahan Inggris


Penggantian nama ini mendapat dukungan dari pejabat Partai Bharatiya Janata yang dipimpin oleh Modi.

Mereka berpendapat nama "India" diperkenalkan oleh pemerintahan kolonial Inggris dan dianggap sebagai "lambang perbudakan."

Saat itu, Inggris menguasai India selama kurang lebih dua abad hingga negara ini meraih kemerdekaannya pada tahun 1947.

2. India Memiliki Dua Nama Sejak Dulu


Sejatinya, negara yang dihuni oleh 1,4 miliar jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Hindu ini secara resmi diakui dengan dua nama, yaitu India dan Bharat, sesuai dengan Pasal 1 Konstitusi India.

Namun, di antara kedua nama tersebut, istilah "India" lebih sering digunakan secara nasional maupun internasional.

Sementara itu, "Bharat" merupakan kata Sansekerta kuno yang diyakini oleh banyak sejarawan berasal dari teks-teks Hindu yang lebih awal. Kata ini juga digunakan sebagai alternatif dalam bahasa Hindi untuk merujuk kepada India.

3. Usulan Dari Pejabat Partai Bharatiya Janata (PBJ)


Beberapa pejabat dari Partai Bharatiya Janata (BJP), yang merupakan partai penguasa, telah mengusulkan kepada pemerintah agar mengubah nama India menjadi Bharat.

Usulan ini muncul setelah partai oposisi mengumumkan pembentukan aliansi baru bernama Aliansi Inklusif Pembangunan Nasional, atau yang disingkat sebagai "India," pada bulan Juli yang lalu, untuk persiapan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera.

Dalam respons terhadap dorongan untuk mengubah nama tersebut, sejarawan kontemporer India, Ravinder Kaur, menyatakan bahwa beberapa politikus dari BJP terdorong oleh permasalahan penamaan oposisi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved