Kanselir Olaf Scholz: Jerman Butuh Lebih Banyak Imigran

Jum'at, 08 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
Kanselir Olaf Scholz:...
Kanselir Jerman Olaf Scholz. Foto/Global Look Press/dpa/Michael Kappeler
A A A
BERLIN - Jerman perlu segera mempercepat masuknya pekerja terampil dari luar Uni Eropa (UE), menurut Kanselir Olaf Scholz kepada rekan-rekannya di parlemen pada Rabu (6/9/2023).

“Negara dengan perekonomian terbesar di UE ini tidak dapat bertahan tanpa masuknya tenaga kerja asing secara terus-menerus,” tegas dia, sambil memperkenalkan program “modernisasi” nasional yang rumit yang dijuluki “Pakta Jerman”.

“Siapa pun yang mengklaim kita dapat hidup sepenuhnya tanpa pekerja dari luar negeri tidak pernah berbicara dengan pemilik perusahaan skala menengah atau operator rumah sakit,” ujar Scholz dalam pidatonya.

Dia menambahkan, sekitar 13 juta pekerja di Jerman akan pensiun pada pertengahan dekade berikutnya.

Kanselir kemudian meminta otoritas federal dan regional mengurangi hambatan birokrasi bagi calon pendatang baru.

“Setiap orang, harus berpegang teguh pada undang-undang yang baru disahkan mengenai imigrasi tenaga kerja terampil sehingga… perawat dari Georgia dan spesialis TI dari India tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan visa atau izin kerja,” papar dia.

Baca juga: Menlu Rusia: NATO Timbulkan Risiko terhadap Asia Pasifik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Iran Ancam Pembalasan...
Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya
Rekomendasi
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved