Kanselir Olaf Scholz: Jerman Butuh Lebih Banyak Imigran

Jum'at, 08 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Scholz juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pemerintahannya telah membuat beberapa “kemajuan penting” dalam memerangi imigrasi ilegal.

“Pakta Jerman” yang dicanangkan kanselir dirancang sebagai proyek modernisasi besar-besaran, yang digambarkan Scholz sebagai “upaya nasional” mengembalikan perekonomian ke jalurnya.

Paket komprehensif tersebut mencakup langkah-langkah mulai dari digitalisasi skala besar berbagai prosedur administrasi publik dan pengurangan beban birokrasi terhadap perekonomian, hingga menjamin energi yang “bersih, aman dan terjangkau” dan memperluas pembangunan perumahan.

Mengomentari usulan Scholz, pemimpin oposisi Jerman bersikeras langkah-langkah harus diambil untuk membuat pendapatan dari pekerjaan lebih menarik daripada pembayaran kesejahteraan dan untuk menciptakan insentif bagi karyawan yang lebih tua agar tetap bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Kami, pihak oposisi, tentu saja bersedia berpartisipasi dalam proposal yang masuk akal,” ujar Friedrich Merz, pemimpin Uni Demokratik Kristen (CDU), bagian dari blok konservatif di parlemen, yang merupakan kekuatan oposisi terbesar.

Ia tetap menyatakan “imigrasi ilegal” harus diperlakukan sebagai masalah terbesar dalam agenda, dan menambahkan hal ini harus ditangani terlebih dahulu.

Merz juga menuduh pemerintahan Scholz memiliki pandangan yang “paternalisasi” mengenai peran negara dalam perekonomian. Dia menambahkan, Jerman telah “tercekik dalam birokrasi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved