Obama Kritik Pemerintahan Trump: Hentikan Penindasan pada Para Pemilih

Jum'at, 31 Juli 2020 - 22:01 WIB
loading...
Obama Kritik Pemerintahan...
Mantan Presiden AS Barack Obama mengkritik pemerintahan Donald Trump. Foto/BBC
A A A
ATLANTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengkritik keras upaya Partai Republik menindas para pemilih dalam pidato pemakaman pemimpin hak asasi sipil John Lewis.

Dia menyatakan, “Orang yang berkuasa menyerang hak suara kita dengan bedah presisi.” Obama menyerukan reformasi secara luas.

Obama juga mengecam pembunuhan George Floyd oleh oknum polisi kulit putih dan pengerahan agen-agen federal untuk melawan demonstran damai.

Lewis meninggal dunia awal bulan ini akibat kanker pada usia 80 tahun. Dia merupakan salah satu dari “Enam Besar” para pemimpin hak asasi sipil, termasuk Martin Luther King Jr. Lewis turut mengorganisir Pawai 1963 di Washington yang sangat bersejarah.

Dalam pidato di Gereja Baptis Ebeneezer, Atlanta, Obama meluncurkan serangan keras pada pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan beberapa departemen kepolisian.

“Hari ini kita menyaksikan dengan mata kita sendiri, personil polisi menekan dengan lutut pada leher kulit hitam Amerika. Kita dapat saksikan pemerintah federal kita mengirim para agen menggunakan gas air mata dan tongkat terhadap demonstran damai,” ungkap Obama, dilansir BBC.

“Pemerintah melakukan tindakan terkutuk untuk mengecilkan hati orang dari memilih dengan menutup tempat pemungutan suara dan menerapkan hukum pembatasan identitas pada minoritas dan pelajar,” papar Obama.

Obama menyebut peran badan pos AS dalam mengirim surat suara di tengah pandemi virus corona. Sebelumnya, Trump menyebut pemilu presiden 2020 pada November harus ditunda karena pemungutan suara lewat pos memungkinkan kecurangan pemilu skala besar. Trump mengungkapkan tuduhan itu tanpa bukti. (Baca Juga: Raja Salman Ucapkan Selamat Idul Adha setelah Keluar Rumah Sakit)

Obama juga menyeru orang di Washington DC dan Puerto Rico untuk memiliki perwakilan yang sama seperti warga AS lainnya. (Lihat Infografis: Persaingan Misil Hipersonik Kian Intensif di Antara Kekuatan Dunia)

Washington merupakan distrik federal dan tidak memiliki perwakilan di Kongres tapi hanya delegasi untuk Dewan Perwakilan Rakyat dengan wewenang terbatas.

Puerto Rico merupakan wilayah AS yang tidak memiliki perwakilan di Kongres dan warga Puerto Rico tak bisa memilih dalam pemilu presiden. (Lihat Video: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved