Korea Selatan Butuh Lebih Banyak Bayi dan Asisten Rumah Tangga

Sabtu, 02 September 2023 - 20:35 WIB
loading...
A A A
Namun tren ini hanya mempercepat krisis kependudukan di negara ini seiring dengan menyusutnya jumlah penduduk usia kerja – sehingga menambah permasalahan perekonomian yang sudah ada. Korea Selatan telah lama berjuang mengatasi kekurangan tenaga kerja kronis di sektor manufaktur dan pertanian.

Dalam upaya mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah bahkan mengusulkan untuk menaikkan batas jam kerja menjadi 69 jam per minggu, naik dari batas 52 jam kerja – hingga muncul reaksi negatif dari kalangan pekerja muda yang memaksa mereka membatalkan rencana tersebut.

Beberapa politisi sebelumnya mendesak pemerintah untuk mengimpor pekerja asing untuk membantu meringankan beban pasangan muda dan orang tua. Tahun lalu, Wali Kota Seoul mengusulkan skema tersebut dalam rapat kabinet pemerintah, dan menyatakan dalam postingan Facebook bahwa negara tersebut sedang melihat “peringatan akan adanya kepunahan populasi, yang melampaui penurunan populasi.”

Di negara-negara tersebut, “partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi menunjukkan tren yang meningkat,” tulisnya. “Hal ini tidak membalikkan tren rendahnya tingkat kesuburan dalam jangka panjang, namun tren penurunan angka kelahiran telah melambat dibandingkan dengan Korea Selatan.”

Meskipun terdapat pembantu rumah tangga dan pekerja penitipan anak asal Korea, jumlah pekerja terus menurun dan bertambah tua, dengan sebagian besar berusia di atas 50 tahun, menurut Kementerian Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja pada bulan Juli.

Berdasarkan peraturan saat ini, Korea Selatan hanya mengizinkan warga negara asing dengan visa tertentu untuk bekerja di bidang rumah tangga atau penitipan anak, seperti penduduk jangka panjang, migran menikah, dan warga etnis Korea yang datang dari luar negeri. Program percontohan baru ini bertujuan untuk membuka pekerjaan tersebut bagi pemegang visa E-9 – pekerja asing yang melakukan pekerjaan “non-profesional”.

Namun biaya program tersebut – dan berapa besarnya gaji pekerja – juga menimbulkan perdebatan.

Pengurus rumah tangga yang tinggal di luar rumah majikannya dan pulang pergi bekerja dibayar lebih dari 15.000 won Korea (USD11,40) per jam, sedangkan mereka yang tinggal di rumah majikannya dibayar hingga 4,5 juta won per bulan (sekitar USD3.415), menurut kementerian tenaga kerja – jumlah ini lebih dari yang mampu dibayar oleh banyak pasangan muda atau profesional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved