Ukraina Takut Barat Mangkir dari Pengiriman Jet Tempur F-16
Kamis, 31 Agustus 2023 - 22:01 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte berjalan di dekat F-16, di Eindhoven, Belanda, 20 Agustus 2023. Foto/REUTERS/Piroschka van de Wouw
A
A
A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berusaha keras menyelesaikan perjanjian pengiriman jet tempur F-16 ke negaranya sesegera mungkin.
Dia khawatir pergeseran politik di negara-negara Barat dapat merusak kampanye untuk mendukung Kiev dalam pertarungannya melawan Moskow. New York Times melaporkan hal itu pada Rabu (30/8/2023), mengutip beberapa sumber.
Menurut mantan pejabat Amerika Serikat (AS) dan Ukraina yang diwawancarai surat kabar tersebut, Kiev “merasakan jam politik yang terus berjalan” ketika negara tersebut terus meminta pesawat F-16 rancangan AS kepada mitranya.
“Zelensky rupanya ingin mendapatkan jet sebanyak mungkin sebelum pemilu di Uni Eropa (UE) dan AS dapat membawa perubahan hati pada pemerintah yang telah menjanjikan pesawat tersebut,” papar laporan itu.
Koalisi internasional untuk membantu Kiev mendapatkan F-16 dan melatih pilot Ukraina pertama kali diumumkan Inggris dan Belanda pada Mei, dengan total 11 negara mendukung upaya tersebut.
Dia khawatir pergeseran politik di negara-negara Barat dapat merusak kampanye untuk mendukung Kiev dalam pertarungannya melawan Moskow. New York Times melaporkan hal itu pada Rabu (30/8/2023), mengutip beberapa sumber.
Menurut mantan pejabat Amerika Serikat (AS) dan Ukraina yang diwawancarai surat kabar tersebut, Kiev “merasakan jam politik yang terus berjalan” ketika negara tersebut terus meminta pesawat F-16 rancangan AS kepada mitranya.
“Zelensky rupanya ingin mendapatkan jet sebanyak mungkin sebelum pemilu di Uni Eropa (UE) dan AS dapat membawa perubahan hati pada pemerintah yang telah menjanjikan pesawat tersebut,” papar laporan itu.
Koalisi internasional untuk membantu Kiev mendapatkan F-16 dan melatih pilot Ukraina pertama kali diumumkan Inggris dan Belanda pada Mei, dengan total 11 negara mendukung upaya tersebut.
Lihat Juga :