Legislator AS: Tidak Ada Bukti Trump Berkolusi dengan Rusia
Senin, 20 Maret 2017 - 01:07 WIB
Legislator AS: Tidak Ada Bukti Trump Berkolusi dengan Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Sejauh ini tidak ada bukti jika tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkolusi dengan Rusia selama pemilu 2016 lalu. Demikian pernyataan Kepala Komite Intelijen Parlemen AS, David Nunes, jelang sidang umum pertama tentang masalah tersebut.
Legislator dari Partai Republik itu juga menyatakan bahwa bocornya nama mantan ajudan Trump, Jenderal Michael Flynn, ke media adalah sebuah kejahatan. Ia juga mengungkapkan bahwa panel Kongres, yang menyelidikan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilu AS pada 2016 lalu, juga menyelidiki nama-nama pembantu Trump lainnya juga bocor ke media seperti dikutip dari Russia Today, Senin (20/3/2017).
Meski menyatakan tidak ada bukti kolusi Trump dan Rusia, Nunes menegaskan jika permasalahan ini masih akan dibahas dalam sidang umum pertama penyelidikan intervensi Rusia. Direktur FBI James Comey dan Direktur NSA Mike Rogers dijadwalkan untuk bersaksi di persidangan.
Nunes juga menegaskan jika Komite tidak menemukan bukti atas tuduhan penyadapan yang dilemparkan Trump kepada pendahulunya Barack Obama. Nunes mencatat bahwa, sejauh ia ketahui, tidak ada surat perintah FISA dikeluarkan untuk tujuan ini.
Sebelumnya, Trump menuding Obama telah menyadap Trump Tower sebelum kemenangan Partai Republik pada pemilu bulan November lalu. Obama telah membantah tuduhan itu, meskipun Gedung Putih meminta Kongres untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif.
Legislator dari Partai Republik itu juga menyatakan bahwa bocornya nama mantan ajudan Trump, Jenderal Michael Flynn, ke media adalah sebuah kejahatan. Ia juga mengungkapkan bahwa panel Kongres, yang menyelidikan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilu AS pada 2016 lalu, juga menyelidiki nama-nama pembantu Trump lainnya juga bocor ke media seperti dikutip dari Russia Today, Senin (20/3/2017).
Meski menyatakan tidak ada bukti kolusi Trump dan Rusia, Nunes menegaskan jika permasalahan ini masih akan dibahas dalam sidang umum pertama penyelidikan intervensi Rusia. Direktur FBI James Comey dan Direktur NSA Mike Rogers dijadwalkan untuk bersaksi di persidangan.
Nunes juga menegaskan jika Komite tidak menemukan bukti atas tuduhan penyadapan yang dilemparkan Trump kepada pendahulunya Barack Obama. Nunes mencatat bahwa, sejauh ia ketahui, tidak ada surat perintah FISA dikeluarkan untuk tujuan ini.
Sebelumnya, Trump menuding Obama telah menyadap Trump Tower sebelum kemenangan Partai Republik pada pemilu bulan November lalu. Obama telah membantah tuduhan itu, meskipun Gedung Putih meminta Kongres untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif.
(ian)