Warga China Borong Garam Rusia saat Jepang Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Selasa, 29 Agustus 2023 - 23:01 WIB
loading...
Warga China Borong Garam...
Penumpang bus melintasi perbatasan Rusia-China di Primorye untuk pertama kali sejak 2020. Foto/sputnik
A A A
BEIJING - Warga China mulai mengimpor garam dari wilayah Primorsky Rusia melalui titik penyeberangan perbatasan Pogranichny setelah pelepasan air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima-1 di Jepang.

Layanan pers Bea Cukai Ussuri menjelaskan hal itu kepada Sputnik.

“Kami mencatat warga China pekan lalu memiliki komoditas (garam) seperti itu di bagasi mereka… Kami mencatat bahwa sebelumnya tidak ada barang seperti itu,” ungkap badan tersebut.

Meskipun pos pemeriksaan lain “belum terlihat tidak ada peningkatan”, pada hari ketika Jepang mulai mengalirkan air limbah nuklir dari Fukushima, pengecer online China melaporkan mereka kehabisan garam.

Jepang mulai membuang air olahan yang sebelumnya digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak di PLTN Fukushima Daiichi pada 24 Agustus 2023.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi dimulainya pelepasan tersebut dan mengatakan para ahli berada di lokasi untuk memastikan prosedur tersebut memenuhi standar keselamatan.

Tindakan itu tetap dilakukan meskipun banyak suara protes dari warga Jepang dan negara-negara tetangga.

Baca juga: Pakar Nuklir: Tritium di Air Limbah Fukushima Sangat Berbahaya, Picu Kerusakan Genetik

Akibatnya, China memberlakukan larangan impor produk kelautan Jepang pada Kamis dan mengumumkan kontrol bea cukai yang lebih ketat untuk jenis produk Jepang lainnya.

Surat kabar China mengkonfirmasi negara tersebut mengalami lonjakan permintaan garam di tengah pelepasan air radioaktif, dan pihak berwenang negara tersebut meminta warganya menahan diri dari pembelian massal.

Ketergesaan untuk membeli produk rumah tangga ini didasarkan pada kekhawatiran akan potensi kontaminasi garam laut dan rumor yang menyebar di negara-negara tetangga bahwa garam beryodium dapat membantu melindungi terhadap keracunan radiasi.

Meskipun sejenis yodium, kalium iodida (KI), memang dapat digunakan untuk memblokir salah satu jenis bahan radioaktif, yodium radioaktif (I-131), agar tidak diserap oleh tiroid, namun ini bukanlah garam meja biasa yang dikonsumsi orang sehari-hari.

Bahkan garam beryodium mengandung jumlah yodium yang tidak cukup untuk menangkal radiasi.

Menurut Kementerian Kesehatan China, mitos tersebut sepenuhnya salah karena orang dewasa harus mengonsumsi sekitar 3 kilogram garam sekaligus untuk melindungi dari radiasi, sedangkan dosis garam meja yang mematikan adalah sekitar 80 gram.

Tokyo mengatakan pada awal tahun bahwa mereka harus membuang air yang telah diolah karena sangat diperlukan untuk mengosongkan ruang di fasilitas nuklir yang rusak tersebut.

Air telah dimurnikan dari semua radionuklida kecuali tritium.

Pada bulan Maret 2011, tiga reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima meleleh setelah negara itu dilanda gempa berkekuatan 9 skala Richter yang diikuti tsunami besar.

Fukushima dianggap sebagai bencana nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl pada tahun 1986.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved