Ukraina Klaim Rusak Jet Tempur Berharga Rusia dengan Drone Kardus
Selasa, 29 Agustus 2023 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Duta Besar mengatakan kepada Sydney Morning Herald bahwa lapangan terbang tersebut adalah “target yang sah” karena Rusia menggunakannya sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Ukraina.
Dalam postingan tentang serangan drone tersebut, deskripsi Kementerian Pertahanan Rusia tentang drone di Kursk mengatakan bahwa drone tersebut bergaya pesawat terbang, yang sesuai dengan desain Corvo.
Serangan ini akan menjadi cara yang hemat biaya untuk menghancurkan pesawat-pesawat Rusia yang jumlahnya sangat mahal. Untuk diketahui, sebuah jet tempur Su-30 diperkirakan menghabiskan biaya produksi puluhan juta dolar.
Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan kerusakan di lapangan terbang tersebut, hanya mengatakan pihaknya telah menembak jatuh dua drone di Kursk dan di Bryansk, sekitar 150 mil jauhnya. Sementara itu, Gubernur Kursk, Roman Starovoyt mengatakan, sebuah drone telah merusak sebuah blok apartemen.
Ledakan terekam kamera di dekat stasiun kereta Kursk malam itu, lapor outlet Ukraina RBC.
Baca Juga: Kekurangan Prajurit, Ukraina Kirim Manula Berusia 71 tahun untuk Pelatihan NATO
Klaim tersebut tidak seliar kedengarannya. Pada bulan Maret, produsen pertahanan Australia SYPAQ mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan kontrak senilai USD700.000 dengan pemerintah Australia untuk memproduksi drone Corvo Precision Payload Delivery System untuk Ukraina.
Dalam postingan tentang serangan drone tersebut, deskripsi Kementerian Pertahanan Rusia tentang drone di Kursk mengatakan bahwa drone tersebut bergaya pesawat terbang, yang sesuai dengan desain Corvo.
Serangan ini akan menjadi cara yang hemat biaya untuk menghancurkan pesawat-pesawat Rusia yang jumlahnya sangat mahal. Untuk diketahui, sebuah jet tempur Su-30 diperkirakan menghabiskan biaya produksi puluhan juta dolar.
Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan kerusakan di lapangan terbang tersebut, hanya mengatakan pihaknya telah menembak jatuh dua drone di Kursk dan di Bryansk, sekitar 150 mil jauhnya. Sementara itu, Gubernur Kursk, Roman Starovoyt mengatakan, sebuah drone telah merusak sebuah blok apartemen.
Ledakan terekam kamera di dekat stasiun kereta Kursk malam itu, lapor outlet Ukraina RBC.
Baca Juga: Kekurangan Prajurit, Ukraina Kirim Manula Berusia 71 tahun untuk Pelatihan NATO
Klaim tersebut tidak seliar kedengarannya. Pada bulan Maret, produsen pertahanan Australia SYPAQ mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan kontrak senilai USD700.000 dengan pemerintah Australia untuk memproduksi drone Corvo Precision Payload Delivery System untuk Ukraina.
Lihat Juga :