13 Negara yang Bersikeras Membuat Regulasi AI, Mayoritas Mengantisipasi untuk Mengatasi Dampak Buruk

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 05:30 WIB
loading...
13 Negara yang Bersikeras...
AI menjadi ancaman dan peluang bagi banyak negara. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan ( AI ) seperti ChatGPT OpenAI yang didukung Microsoft mempersulit upaya pemerintah untuk menyetujui undang-undang yang mengatur penggunaan teknologi tersebut.

Itu dikarenakan banyak negara sudah khawatir jika AI akan melakukan banyak pelanggaran, termasuk privasi dan pencurian data. Selain itu, banyak survei juga menyatakan kekhawatiran warga di berbagai belahan dunia tentang AI akan mengambil-alih mayoritas pekerjaan.

Berikut adalah 13 negara dan badan internasional yang berusaha mengatur AI.

1. Australia

13 Negara yang Bersikeras Membuat Regulasi AI, Mayoritas Mengantisipasi untuk Mengatasi Dampak Buruk

Foto/Reuters

Status: Menyusun Peraturan

Melansir Reuters, Pemerintah Australia sedang berkonsultasi dengan badan penasihat sains utama Australia dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Itu diungkapkan kata juru bicara menteri industri dan sains pada bulan April.

2. Inggris

Status: Menyusun Peraturan

Financial Conduct Authority, salah satu dari beberapa regulator negara yang ditugaskan untuk menyusun pedoman baru yang mencakup AI, sedang berkonsultasi dengan Alan Turing Institute dan lembaga hukum dan akademis lainnya untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang teknologi tersebut.

Regulator persaingan usaha Inggris mengatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya akan mulai mengkaji dampak AI terhadap konsumen, dunia usaha, dan perekonomian serta apakah diperlukan pengendalian baru.

Inggris mengatakan pada bulan Maret bahwa pihaknya berencana untuk membagi tanggung jawab dalam mengatur AI antara regulator hak asasi manusia, kesehatan dan keselamatan, dan kompetisi, daripada membentuk badan baru.

Baca Juga: 10 Negara Paling Banyak Imigran, Nomor 2 Capai 88% dari Populasi Penduduk

3. China

13 Negara yang Bersikeras Membuat Regulasi AI, Mayoritas Mengantisipasi untuk Mengatasi Dampak Buruk

Foto/Reuters

Status: Menerapkan peraturan sementara

China mengeluarkan serangkaian tindakan sementara pada bulan Juli untuk mengelola industri AI, yang mengharuskan penyedia layanan untuk melakukan penilaian keamanan dan melakukan prosedur pengarsipan algoritme. Sehari sebelumnya, miliarder Elon Musk memuji ketertarikan negaranya terhadap kerangka kerja AI internasional yang kooperatif.

Regulator dunia maya China pada bulan April telah meluncurkan rancangan langkah-langkah untuk mengelola layanan AI, dengan mengatakan pihaknya ingin perusahaan-perusahaan menyerahkan penilaian keamanan kepada pihak berwenang sebelum mereka meluncurkan penawarannya kepada publik.

4. Uni Eropa


Status: Menyusun Peraturan

Anggota parlemen Uni Eropa pada bulan Juni menyetujui perubahan rancangan undang-undang AI di blok tersebut. Para anggota parlemen sekarang harus membicarakan rinciannya dengan negara-negara UE sebelum rancangan peraturan tersebut menjadi undang-undang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
4 Negara yang Dulu Mayoritas...
4 Negara yang Dulu Mayoritas Muslim Kini Jadi Minoritas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved