Pakar Nuklir: Tritium di Air Limbah Fukushima Sangat Berbahaya, Picu Kerusakan Genetik

Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:01 WIB
loading...
Pakar Nuklir: Tritium...
Dr Christopher Busby, ilmuwan Inggris pakar kimia fisik dan sekretaris ilmiah Komite Risiko Radiasi Eropa. Foto/sputnik
A A A
FUKUSHIMA - Ketika operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) dilaporkan mulai membuang air limbah dari pembangkit listrik tersebut ke Samudera Pasifik, ahli kimia fisik Dr Christopher Busby juga khawatir dengan bahaya yang ada.

Tritium yang terkandung dalam air pendingin yang disaring dari situs nuklir Fukushima sangat berbahaya, menurut pakar nuklir terkenal Dr Christopher Busby kepada Sputnik.

"Ia masuk ke dalam tubuh dengan mudah. Ia bertukar dengan hidrogen normal, kadang-kadang menjadi terikat secara organik (kovalen). Ia menyebabkan kerusakan genetik pada dosis konvensional yang sangat kecil (dihitung menggunakan energi per satuan massa, rumus joule/kg dari Komisi Internasional untuk Perlindungan Radiologi yang digunakan oleh IAEA)," ujar Busby.

Setelah berbulan-bulan penuh kontroversi, Jepang sebelumnya mengumumkan mereka akan mulai melepaskan lebih dari satu juta metrik ton air radioaktif yang telah diolah dan sangat encer dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang lumpuh ke Samudera Pasifik pada tanggal 24 Agustus.

Keputusan tersebut telah dibuat, terlepas dari banyaknya kritik dari masyarakat lokal, komunitas kemanusiaan internasional, serta keberatan keras dari China dan negara tetangga lainnya di kawasan.

Rencana pelepasan air telah terbayang selama bertahun-tahun. Pada tahun 2019, pihak berwenang Jepang memperingatkan mereka kehabisan ruang untuk menyimpan material tersebut.

“Air tersebut tampaknya telah diolah untuk menghilangkan radioisotop yang diyakini oleh regulator menimbulkan risiko terbesar, strontium-90, cesium-137, dan karbon-14. Namun untuk menghilangkan tritium terlalu mahal, sehingga air radioaktif sebagian besar terkontaminasi dengan tritium oksida dalam jumlah besar, dalam bentuk HTO air tritiasi,” papar dia.

Tritium adalah kontaminan terbesar dalam hal radioaktivitas, peluruhan per detik, klik pada penghitung, dari pengoperasian semua proses energi nuklir.

“Neutron, yang penting bagi energi nuklir, menghasilkan tritium melalui berbagai proses di dalam reaktor, dan bahkan di luar reaktor, di mana nuklida, suatu bentuk radioaktif hidrogen, dibentuk dengan menambahkan neutron ke nitrogen di udara, dan oksigen di dalam air, berbagai proses lainnya,” jelas Christopher Busby, ahli kimia fisik dan sekretaris ilmiah Komite Risiko Radiasi Eropa.

Tritium adalah isotop radioaktif hidrogen. Meskipun dihasilkan secara alami dari interaksi sinar kosmik dengan gas di bagian atas atmosfer, ia juga merupakan produk sampingan dari reaktor nuklir.

Tritium memiliki jumlah proton dan elektron yang sama dengan hidrogen, tetapi tidak seperti hidrogen biasa, yang tidak memiliki satu pun neutron, tritium memiliki dua neutron. Jadi, ia tidak stabil dan radioaktif.

Menurut operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Tokyo Electric Power Company (TEPCO), air limbah yang dibuang akan sangat encer dicampur air bersih, sehingga hanya mengandung bahan radioaktif dengan konsentrasi sangat rendah.

Air yang dibuang akan mengalir melalui terowongan bawah laut sekitar satu kilometer (0,62 mil) di lepas pantai, hingga mencapai Samudera Pasifik.

Baik selama pelepasan maupun setelahnya, seluruh proses dilaporkan akan dipantau oleh pihak ketiga, termasuk pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), untuk tahun-tahun mendatang.

Regulator Salah


Meskipun pihak Jepang (juga Badan Energi Atom Internasional, dan sejumlah besar pakar yang mengidentifikasi diri mereka sendiri) secara kolektif mengatakan, "Tidak ada masalah, jumlahnya sangat kecil dan tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan, baik terhadap manusia maupun kehidupan laut," hal ini adalah tidak demikian, menurut Christopher Busby.

“Tritium adalah hal yang menarik. Radioaktivitasnya sangat lemah: ia memancarkan elektron beta dengan jarak yang sangat pendek dan kemudian berubah menjadi nitrogen… Dalam hal radioaktivitas, karena peluruhan elektron sangat lemah, metode yang digunakan lembaga risiko untuk mengukur efek radiasi telah mengklasifikasikan tritium sebagai hampir bukan suatu peristiwa, dalam hal dampak kesehatan. Hal ini paling cocok untuk industri nuklir, karena ini berarti batas paparan tritium (dalam Becquerels per liter) sangat besar, jika dibandingkan dengan limbah radioaktif lainnya,” ujar pakar nuklir tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved