Inggris Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19 Akan Hantam Eropa

Kamis, 30 Juli 2020 - 19:51 WIB
loading...
Inggris Khawatirkan...
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock menuturkan, London tidak akan ragu untuk bertindak guna mengembalikan tindakan karantina jika perlu untuk menjaga keamanan Inggris. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Menteri Kesehatan Inggris , Matt Hancock mengaku khawatir tentang gelombang kedua infeksi Covid-19 di Eropa. Dia menuturkan, London tidak akan ragu untuk bertindak guna mengembalikan tindakan karantina jika perlu untuk menjaga keamanan Inggris.

Inggris pekan lalu memberlakukan kembali masa karantina 14 hari pada orang yang datang dari Spanyol, setelah adanya peningkatan kasus di negara tersebut. Langkah London ini mendapat protes keras dari Madrid.

( Baca juga: Covid-19 Renggut 106 Nyawa WNI, Terbanyak di Arab Saudi )

"Saya khawatir tentang gelombang kedua. Saya pikir Anda dapat melihat gelombang kedua mulai bergulir di Eropa dan kita harus melakukan segala yang kami bisa untuk mencegahnya mencapai pantai-pantai ini, dan untuk menanganinya," kata Hancock, seperti dilansir Reuters pada Kamis (30/7/2020).

"Kami memiliki keprihatinan signifikan tentang gelombang kedua yang datang di Eropa. Dan itu bukan hanya Spanyol, tetapi ada negara-negara lain juga di mana jumlah kasus meningkat. Dan kami benar-benar bertekad untuk melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga agar negara ini aman," sambungnya.

Hancock kemudian mengatakan pihak berwenang sedang berupaya untuk mempersingkat periode karantina bagi orang-orang yang datang dari Spanyol, tetapi tidak ada perubahan yang akan terjadi.

"Kami sedang mengerjakan, apakah dengan menguji orang selama karantina itu aman untuk kemudian dapat membebaskan mereka lebih awal. Tapi kami tidak akan segera mengumumkannya," katanya.

( Baca juga: Purnawirawan dan Warakawuri TNI AL di Depok Dapat Bantuan dari Polri )

"Pekerjaan itu belum selesai. Sampai benar-benar aman untuk melakukan perubahan semacam itu, maka kami tidak akan melakukannya. Kami tidak akan membuat perubahan pada itu dalam beberapa hari ke depan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Negara Eropa Ini Diramal...
7 Negara Eropa Ini Diramal Akan Bernasib Sama dengan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved