Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Lebihi Kekayaan 100 Juta Rakyat Miskin

Kamis, 23 Februari 2017 - 22:58 WIB
Harta 4 Orang Terkaya...
Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Lebihi Kekayaan 100 Juta Rakyat Miskin
A A A
JAKARTA - Oxfarm International merilis laporan kesenjangan yang terjadi di Indonesia. Dalam laporan itu disebut, harta empat orang terkaya di Indonesia lebih besar dari harta 100 juta rakyat miskin.

Menurut laporan Oxfarm, Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta berada di peringkat keenam terburuk di dunia dalam hal ketidaksetaraan. Di Asia, hanya Thailand yang lebih tidak merata.

Oxfarm menyalahkan "fundamentalisme pasar" sebagai penyebab kesenjangan yang luar biasa di Indonesia. Faktor itu telah memungkinkan orang-orang terkaya untuk mendapatkan sebagian besar keuntungan dari pertumbuhan ekonomi yang kuat, konsentrasi kepemilikan lahan dan ketidaksetaraan gender yang mengakar selama hampir dua dekade terakhir.

Beberapa taipan Indonesia versi Forbes, seperti Budi Hartono, Michael Hartono dan Susilo Wonowidjojo dinilai mampu menghapus kemiskinan esktrem dalam tempo setahun.

Masih menurut laporan Oxfarm yang dirilis Kamis (23/2/2017), kemiskinan ekstrem, yakni pendapatan harian yang kurang dari USD1,90 atau sekitar Rp25.000, telah turun drastis sejak tahun 2000. Tapi, tapi sekitar 93 juta rakyat Indonesia masih hidup dengan pendapatan kurang dari Rp28.000 per hari. Oleh Bank Dunia, hal itu masuk garis kemiskinan moderat.

Oxfam menyatakan, ketidakstabilan sosial dapat meningkat jika pemerintah tidak menanggulangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa mengurangi kesenjangan merupakan prioritas utama pemerintahannya. Sebuah survei 2015 Bank Dunia menunjukkan tingkat keprihatinan masyarakat tentang kesenjangan kekayaan.

Tak hanya soal ketidakseteraan kekayaan, Oxfarm juga mencatat bahwa pungutan pajak di Indonesia menduduki peringkat kedua terendah di Asia Tenggara. ”Sistem pajak gagal untuk memainkan peran penting dalam mendistribusikan kekayaan,” bunyi laporan Oxfarm.

Pengumpulan dana pajak dibutuhkan untuk layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Untuk meningkatkannya, Indonesia memerlukan tingkat pajak yang lebih tinggi untuk kelompok-kelompok yang berpendapatan tertinggi.

Mengatasi pengemplangan pajak, lanjut Oxfarm, juga penting. Menurut data Dana Moneter Internasional, dana sebesar USD101 miliar mengalir dari Indonesia ke “surga-surga” pajak tahun 2015.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
9 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved