17 Tahun di Pengasingan, Mantan PM Thaksin Akhirnya Kembali ke Thailand
Selasa, 22 Agustus 2023 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
"Selamat kepada keluarga Shinawatra dan mantan PM Thaksin. Kembali ke tempat lahir bersama keluarga, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar," tulis Srettha di platform media sosial X, sebelumnya Twitter.
Thailand berada di bawah pemerintahan sementara sejak Maret dan parlemen barunya mengalami kebuntuan selama berminggu-minggu setelah pemenang pemilu yang anti kemapanan, Move Forward, dihalangi oleh anggota parlemen konservatif, sehingga membuat Pheu Thai yang kelas berat harus memimpin upaya baru.
Pemenang lima pemilu selama dua dekade terakhir, Pheu Thai, raksasa politik yang didirikan oleh keluarga miliarder Shinawatra, telah menyetujui aliansi kontroversial termasuk dua partai yang didukung oleh militer yang menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh Thaksin dan saudara perempuannya Yingluck dalam kudeta tahun 2006 dan 2014.
![17 Tahun di Pengasingan, Mantan PM Thaksin Akhirnya Kembali ke Thailand]()
Foto/Reuters
Srettha, 60, mengatakan Pheu Thai telah gagal mendapatkan mayoritas yang ditargetkan pada pemilu bulan Mei, sehingga satu-satunya peluang mereka untuk memerintah adalah bermitra dengan beberapa saingan yang telah mereka janjikan untuk tidak bekerja sama.
“Kami tidak berbohong kepada rakyat, namun kami harus realistis,” kata Srettha, yang mendapat dukungan dari 317 anggota parlemen dan membutuhkan 58 suara dari Senat untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan dari separuh anggota legislatif.
Kembalinya Thaksin, yang dicintai sekaligus dibenci di Thailand, hampir pasti akan membayangi perolehan suara itu.
Baca Juga: Mantan PM Thailand Thaksin akan Kembali dari Pengasingan Selasa Depan
Thailand berada di bawah pemerintahan sementara sejak Maret dan parlemen barunya mengalami kebuntuan selama berminggu-minggu setelah pemenang pemilu yang anti kemapanan, Move Forward, dihalangi oleh anggota parlemen konservatif, sehingga membuat Pheu Thai yang kelas berat harus memimpin upaya baru.
Pemenang lima pemilu selama dua dekade terakhir, Pheu Thai, raksasa politik yang didirikan oleh keluarga miliarder Shinawatra, telah menyetujui aliansi kontroversial termasuk dua partai yang didukung oleh militer yang menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh Thaksin dan saudara perempuannya Yingluck dalam kudeta tahun 2006 dan 2014.

Foto/Reuters
Srettha, 60, mengatakan Pheu Thai telah gagal mendapatkan mayoritas yang ditargetkan pada pemilu bulan Mei, sehingga satu-satunya peluang mereka untuk memerintah adalah bermitra dengan beberapa saingan yang telah mereka janjikan untuk tidak bekerja sama.
“Kami tidak berbohong kepada rakyat, namun kami harus realistis,” kata Srettha, yang mendapat dukungan dari 317 anggota parlemen dan membutuhkan 58 suara dari Senat untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan dari separuh anggota legislatif.
Kembalinya Thaksin, yang dicintai sekaligus dibenci di Thailand, hampir pasti akan membayangi perolehan suara itu.
Baca Juga: Mantan PM Thailand Thaksin akan Kembali dari Pengasingan Selasa Depan
Lihat Juga :