Calon Presiden Ekuador Kembali Jadi Sasaran Penembakan
Minggu, 20 Agustus 2023 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Keluarga Villavicencio menuduh negara melakukan kejahatan "pembunuhan dengan kelalaian yang disengaja" dan mengajukan tuntutan hukum kepada pemerintah, dengan mengatakan bahwa dia tidak dilindungi secara memadai.
“Mereka harus mengawasi hidupnya, mengetahui dia adalah seorang jurnalis yang (menerima) banyak ancaman,” kata pengacara keluarga, Marco Yaulema.
Warga Ekuador akan memutuskan pemimpin negara itu di antara delapan kandidat presiden dalam pemungutan suara hari Minggu.
Mengatasi kejahatan telah menjadi agenda politik yang utama bahkan sebelum pembunuhan Villavicencio, dengan berbagai kandidat berjanji untuk meningkatkan keamanan di negara tersebut.
Gissella Cecibel Molina, kolega dan teman Villavicencio, terluka dalam penembakan pekan lalu. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia berisiko menjadi buta sebagian dari serangan itu tetapi tetap menentang aksi kekerasan.
“Kami tidak akan ditaklukkan oleh mafioso, politisi korup yang ingin terpilih menjadi anggota majelis, Raja Latin, (kartel) Zetas (Meksiko), orang Albania yang sekarang beroperasi di negara ini, pemeras, penculik, dan semua mereka yang meneror penduduk,” tegas Molina.
Terlepas dari cederanya, dia masih berencana untuk mencalonkan diri kembali di Majelis Nasional dan menegaskan dia ingin memastikan keadilan ditegakkan.
Baca Juga: Buntut Pembunuhan Calon Presiden, Ekuador Terapkan Keadaan Darurat 60 Hari
“Mereka harus mengawasi hidupnya, mengetahui dia adalah seorang jurnalis yang (menerima) banyak ancaman,” kata pengacara keluarga, Marco Yaulema.
Warga Ekuador akan memutuskan pemimpin negara itu di antara delapan kandidat presiden dalam pemungutan suara hari Minggu.
Mengatasi kejahatan telah menjadi agenda politik yang utama bahkan sebelum pembunuhan Villavicencio, dengan berbagai kandidat berjanji untuk meningkatkan keamanan di negara tersebut.
Gissella Cecibel Molina, kolega dan teman Villavicencio, terluka dalam penembakan pekan lalu. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia berisiko menjadi buta sebagian dari serangan itu tetapi tetap menentang aksi kekerasan.
“Kami tidak akan ditaklukkan oleh mafioso, politisi korup yang ingin terpilih menjadi anggota majelis, Raja Latin, (kartel) Zetas (Meksiko), orang Albania yang sekarang beroperasi di negara ini, pemeras, penculik, dan semua mereka yang meneror penduduk,” tegas Molina.
Terlepas dari cederanya, dia masih berencana untuk mencalonkan diri kembali di Majelis Nasional dan menegaskan dia ingin memastikan keadilan ditegakkan.
Baca Juga: Buntut Pembunuhan Calon Presiden, Ekuador Terapkan Keadaan Darurat 60 Hari
(ian)
Lihat Juga :