Investigator Rusia: Lawan Sipil, Ukraina Pakai Rudal Pemusnah Massal

Senin, 13 Februari 2017 - 16:53 WIB
Investigator Rusia:...
Investigator Rusia: Lawan Sipil, Ukraina Pakai Rudal Pemusnah Massal
A A A
MOSKOW - Komite Investigasi Rusia menemukan bukti bahwa pasukan bersenjata Ukraina menggunakan senjata pemusanah massal terhadap warga sipil di Ukraina timur. Senjata pemusanah massal itu adalah rudal taktis Tochka-U.

”Kantor Komite Investigasi Rusia, yang berurusan dengan kejahatan yang melibatkan penggunaan sarana dan metode perang terlarang, telah menemukan bukti tak terbantahkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina telah menggunakan senjata pemusnah massal, yaitu rudal taktis Tochka-U terhadap warga sipil dalam konflik di Ukraina timur,” kata Komite komite itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs resminya, Senin (13/2/2017).

Rudal taktis Tochka-U oleh NATO dinamai sebagai rudal SS-21 Scarab. Menurut komite tersebut, rudal taktis itu mampu membawa hulu ledak nuklir atau pun kimia.

”Menurut data penyelidikan, militer Ukraina menggunakan rudal yang dilengkapi dengan fragmentasi dan cluster berdaya ledak tinggi terhadap penduduk sipil dari Donbass,” lanjut laporan komite.

”Senjata seperti (Tochka-U) dapat diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal, memiliki kekuatan destruktif yang sangat tinggi di wilayah yang luas. Mereka bertujuan untuk menyebabkan korban massal dan kerusakan ruang besar,” imbuh Komite Investigasi Rusia.

Para investigator Rusia itu memperoleh bukti bahwa militer Ukraina menggunakan rudal taktis Tochka-U terhadap sejumlah pemukiman di wilayah Lugansk, Novosvetlovka dan Ternovoye di distrik Krasnodon, Kota Rovenki dan desa di pinggiran Kota Yubileyniy.

”Penggunaan senjata tersebut menunjukkan bahwa pihak berwenang di Kiev mengejar tujuan kehancuran total penduduk dan infrastruktur di negara wilayah timur,” kata para investigator Rusia dalam kesimpulan laporannya, seperti dikutip Russia Today.

Sebagian besar sistem rudal Tochka-U berada di Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet. Menurut Komite Investigasi Rusia, senjata berbahaya itu adalah salah satu senjata yang paling kuat di gudang Angkatan Darat Ukraina.

Pemerintah Ukraina di Kiev belum merespons tuduhan dari Komite Investigasi Rusia. Konflik di Ukraina timur dalam beberapa pekan ini memanas lagi setelah sempat mereda beberapa bulan melalui kesepakatan gencatan senjata.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Berita Terkini
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
24 menit yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
1 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
2 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
2 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
3 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
4 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved