Bos NATO: Ukraina yang Putuskan Kapan Berunding Damai dengan Rusia
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 00:31 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu menyusul pernyataan kepala staf Stoltenberg di NATO, Stian Jenssen, yang pada Selasa mengatakan Ukraina mungkin pada akhirnya menyerahkan wilayahnya kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Jenssen kemudian mengatakan dia menyesali komentarnya.
“Pesannya (Jenssen), dan yang merupakan pesan utama saya, dan yang merupakan pesan utama NATO, adalah, pertama, bahwa kebijakan NATO tidak berubah-–kami mendukung Ukraina,” kata Stoltenberg.
NATO pada pertemuan puncaknya bulan lalu mengatakan akan menyampaikan undangan ke Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer ketika semua anggota setuju dan persyaratan terpenuhi, dan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri secara independen dari Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa sementara hasil dari KTT NATO Juli itu bagus, akan ideal jika Kyiv menerima undangan langsung untuk bergabung dengan aliansi militer Barat.
Ribuan tentara Ukraina telah dilatih oleh mitra Barat dan Ukraina juga sangat bergantung pada pasokan senjata Barat saat berperang melawan pasukan Rusia yang memulai invasi skala penuh pada Februari 2022.
“Pesannya (Jenssen), dan yang merupakan pesan utama saya, dan yang merupakan pesan utama NATO, adalah, pertama, bahwa kebijakan NATO tidak berubah-–kami mendukung Ukraina,” kata Stoltenberg.
NATO pada pertemuan puncaknya bulan lalu mengatakan akan menyampaikan undangan ke Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer ketika semua anggota setuju dan persyaratan terpenuhi, dan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri secara independen dari Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa sementara hasil dari KTT NATO Juli itu bagus, akan ideal jika Kyiv menerima undangan langsung untuk bergabung dengan aliansi militer Barat.
Ribuan tentara Ukraina telah dilatih oleh mitra Barat dan Ukraina juga sangat bergantung pada pasokan senjata Barat saat berperang melawan pasukan Rusia yang memulai invasi skala penuh pada Februari 2022.
(mas)
Lihat Juga :