Mantan Agen FBI Mengaku Berkomplot dengan Pengusaha Rusia
Rabu, 16 Agustus 2023 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Jaksa federal menuduhnya bekerja secara ilegal untuk Deripaska, yang dimasukkan dalam daftar sanksi karena diduga "mengganggu" pemilu presiden AS 2016 dan mengancam integritas teritorial Ukraina.
Baca juga: Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Setelah pensiun dari FBI pada tahun 2018, McGonigal diduga bertemu dengan Deripaska di Wina dan London dan mengatur gaji bulanan sebesar USD175.000 ke firma hukum New York, di mana USD25.000 akan diberikan kepada McGonigal.
Firma hukum itu seharusnya membantu Deripaska agar sanksi dicabut. Pada 2021, McGonigal diduga mengambil pekerjaan dari Deripaska untuk menyelidiki taipan saingannya Vladimir Potanin.
Dia diduga bekerja bersama Sergey Shestakov, seorang juru bahasa pengadilan dan mantan diplomat Soviet dan Rusia.
FBI menyimpulkan McGonigal tidak memberikan informasi rahasia apa pun kepada musuh asing dan kesalahannya terbatas pada korupsi, menurut laporan New York Times, mengutip "orang-orang yang mengetahui kasus tersebut".
Baca juga: Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Setelah pensiun dari FBI pada tahun 2018, McGonigal diduga bertemu dengan Deripaska di Wina dan London dan mengatur gaji bulanan sebesar USD175.000 ke firma hukum New York, di mana USD25.000 akan diberikan kepada McGonigal.
Firma hukum itu seharusnya membantu Deripaska agar sanksi dicabut. Pada 2021, McGonigal diduga mengambil pekerjaan dari Deripaska untuk menyelidiki taipan saingannya Vladimir Potanin.
Dia diduga bekerja bersama Sergey Shestakov, seorang juru bahasa pengadilan dan mantan diplomat Soviet dan Rusia.
FBI menyimpulkan McGonigal tidak memberikan informasi rahasia apa pun kepada musuh asing dan kesalahannya terbatas pada korupsi, menurut laporan New York Times, mengutip "orang-orang yang mengetahui kasus tersebut".
Lihat Juga :