Mengapa Trump Tidak Bisa Meminta Pengampunan untuk Membatalkan Dakwaan di Negara Bagian Georgia?

Rabu, 16 Agustus 2023 - 05:43 WIB
loading...
A A A
Dia didakwa atas tuduhan campur tangan pemilihan federal pada awal Agustus, serta tuduhan federal atas kesalahan penanganan dokumen rahasia pada bulan Juni. Dia juga menghadapi tuntutan tingkat negara bagian di New York terkait dengan pembayaran uang suap yang dilakukan kepada seorang bintang porno.

Trump membantah melakukan kesalahan dalam semua kasus dan menggambarkan tuduhan itu sebagai upaya untuk menggagalkan kampanye 2024-nya. Dia mengaku tidak bersalah atas tiga dakwaan pertama dan diharapkan melakukan hal yang sama dalam kasus Georgia.

Dakwaan Georgia muncul setelah penyelidikan selama bertahun-tahun atas upaya Trump dan sekutunya untuk mengubah hasil pemilihan presiden di negara bagian itu.

Baca Juga: Skandal Pembatalan Pemilu, Jaksa Keluarkan Surat Penangkapan Donald Trump

Penyelidikan diluncurkan pada Januari 2021 setelah Trump meminta pejabat tinggi pemilihan Georgia untuk "mendapatkan 11.780 suara" untuk mengubah pemilihan menjadi menguntungkannya setelah Biden menang.

Trump telah menolak tuduhan itu sebagai "perburuan penyihir" dan mengatakan dia berencana untuk merilis laporan minggu depan yang merinci penipuan pemilu yang katanya merusak pemungutan suara di Georgia - klaim yang ditolak oleh para ahli dan politisi di negara bagian itu.

Sementara mantan presiden tidak akan dapat meminta pengampunan di Georgia, masih belum jelas apakah dia akan mencoba untuk mendapatkan satu dakwaan federal terhadapnya.

Sementara itu, Trump, 77, masih dapat mencalonkan diri sebagai presiden meskipun terbukti bersalah dalam kasus apa pun.

Namun, undang-undang tersebut masih belum jelas tentang apa yang akan terjadi pada kasus Georgia jika Trump memenangkan Gedung Putih tahun depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Berita Terkini
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved