AS Dituduh Khianati Sekutunya Terkait Kudeta Militer Niger
Selasa, 15 Agustus 2023 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut laporan Le Figaro, Paris juga tidak senang dengan fakta bahwa, meskipun Prancis dan AS memiliki pasukan di Niger, hanya kehadiran Prancis yang memicu kebencian di antara penduduk setempat.
"Amerika Serikat, seperti sekutu kami yang lain dalam hal ini, memiliki kebiasaan membiarkan kami menerima pukulan," kata diplomat Prancis itu kepada Le Figaro.
Kudeta di Niger terjadi pada 26 Juli, ketika Paspampres yang dipimpin oleh Jenderal Abdourahmane Tchiani menahan Bazoum dan keluarganya, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk dan pemerintahan yang buruk.
Langkah tersebut memicu kecaman dari kekuatan global, sementara ECOWAS memberlakukan sanksi keras terhadap Niger dan mengeluarkan ultimatum kepada para pemimpin kudeta untuk membebaskan Bazoum atau menghadapi intervensi militer.
Pada hari Senin (14/8/2023), pemerintah militer Niger setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan ECOWAS dalam upaya meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Nuland mengunjungi Niger Senin pekan lalu. Selama pembicaraan, dia memperingatkan pemerintah militer baru agar tidak membuat kesepakatan apa pun dengan perusahaan militer swasta Rusia; Wagner Group, dan mendesak mereka untuk memulihkan status quo yang bersahabat dengan Washington.
"Amerika Serikat, seperti sekutu kami yang lain dalam hal ini, memiliki kebiasaan membiarkan kami menerima pukulan," kata diplomat Prancis itu kepada Le Figaro.
Kudeta di Niger terjadi pada 26 Juli, ketika Paspampres yang dipimpin oleh Jenderal Abdourahmane Tchiani menahan Bazoum dan keluarganya, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk dan pemerintahan yang buruk.
Langkah tersebut memicu kecaman dari kekuatan global, sementara ECOWAS memberlakukan sanksi keras terhadap Niger dan mengeluarkan ultimatum kepada para pemimpin kudeta untuk membebaskan Bazoum atau menghadapi intervensi militer.
Pada hari Senin (14/8/2023), pemerintah militer Niger setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan ECOWAS dalam upaya meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Nuland mengunjungi Niger Senin pekan lalu. Selama pembicaraan, dia memperingatkan pemerintah militer baru agar tidak membuat kesepakatan apa pun dengan perusahaan militer swasta Rusia; Wagner Group, dan mendesak mereka untuk memulihkan status quo yang bersahabat dengan Washington.
(mas)
Lihat Juga :