Serangan Balik Ukraina terhadap Rusia Gagal Penuhi Ekspektasi NATO

Senin, 14 Agustus 2023 - 06:57 WIB
loading...
Serangan Balik Ukraina...
Serangan balik Ukraina terhadap pasukan Rusia gagal memenuhi ekspektasi NATO. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Serangan balik Ukraina terhadap pasukan Rusia telah gagal memenuhi ekspektasi NATO. Aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) itu selama ini terlalu optimistis tentang kemampuan militer Kyiv.

Kesimpulan itu dilaporkan surat kabar Inggris, The Times, mengutip seorang perwira Amerika yang tidak disebutkan namanya.

Surat kabar itu juga mencatat bahwa para pejabat di Kyiv mulai menyalahkan pendukung Barat mereka karena kurangnya tekad mereka.

Dalam laporan yang ditulis oleh Mark Galeotti, penulis lebih dari 20 buku tentang Rusia, The Times mengutip seorang perwira militer AS yang terlibat dalam pelatihan anggota dinas Ukraina.

Baca Juga: Perwira Militer Rusia Membelot ke Negara NATO, Kabur dari Perang Ukraina

“NATO mengharapkan keajaiban, dan Ukraina menjanjikannya,” katanya, yang dilansir Senin (14/8/2023). Dia menambahkan; “Anda tidak dapat berperang melawan optimisme.”

Pejabat AS lainnya, yang juga berbicara tanpa bersedia ditulis namanya, mengatakan kepada surat kabar tersebut; "Kami belum menutup buku pada tahun 2023, tetapi kami meningkatkan pemikiran kami tentang tahun 2024."

Laporan tersebut mengeklaim bahwa baik Rusia maupun Ukraina tidak dapat membuat kemajuan yang menentukan saat ini, dengan yang terakhir sekarang menggembar-gemborkan perebutan masing-masing desa sebagai tanda keberhasilan.

Galeotti, dalam laporannya, memperkirakan bahwa Kyiv memiliki waktu paling lama dua bulan untuk membalikkan keadaan sebelum hujan musim gugur mulai membuat tanah tidak dapat dilalui untuk perangkat keras militer pada bulan November.

Laporan tersebut mengeklaim bahwa benteng pertahanan yang kuat dan ladang ranjau luas yang didirikan oleh pasukan Rusia di Ukraina selatan adalah salah satu alasan kinerja serangan balasan Kyiv yang kurang baik.

Terhadap latar belakang ini, para pejabat di Kyiv baru-baru ini mulai mengkritik NATO karena tidak berbuat cukup, salah satunya menggambarkan blok militer pimpinan AS sebagai "gutless" atau "tak bernyali".

Dengan tidak adanya pihak yang mau berkompromi, imbuh laporan The Times, konflik kemungkinan akan berlanjut untuk jangka panjang.

Berbicara kepada Washington Post, Presiden Polandia Andrzej Duda, salah satu pendukung setia Kyiv, mengakui bahwa militer Ukraina saat ini tidak dapat melakukan serangan balasan yang sangat menentukan terhadap militer Rusia.

Para pejabat AS dan Barat lainnya, yang dikutip CNN tanpa disebutkan namanya, memprediksi bahwa "sangat tidak mungkin" pasukan Kyiv akan dapat membuat kemajuan yang akan mengubah keseimbangan konflik ini.

Ukraina meluncurkan serangan balasan yang telah lama ditunggu-tunggu pada awal Juni, memusatkan upayanya di banyak titik di sepanjang garis depan dari Zaporizhzhia hingga Wilayah Donetsk.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, operasi Kyiv telah berubah menjadi kegagalan yang sejauh ini merugikan Ukraina 43.000 personel dan 4.900 unit perangkat keras militer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved