AS Ketakutan Pengaruh Rusia dan Wagner Menguat di Afrika, Terutama Niger

Kamis, 10 Agustus 2023 - 17:28 WIB
loading...
AS Ketakutan Pengaruh...
Tentara bayaran swasta Wagner Group di atas tank saat dikerahkan di dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov-on-Don, Rusia, 24 Juni 2023. Foto/REUTERS/Stringer
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak percaya Wagner Group atau pemimpinnya Evgeny Prigozhin terkait dengan kudeta militer di Niger, tetapi tetap khawatir negara Afrika itu dapat berada di bawah pengaruh Rusia.

Pengakuan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken.

Dalam wawancara dengan BBC pada Selasa (8/8/2023), dia mengakui AS sangat khawatir tentang Wagner yang "mungkin muncul" di beberapa bagian wilayah Sahel.

"Saya pikir apa yang terjadi, dan apa yang terus terjadi di Niger tidak dihasut oleh Rusia atau Wagner, tetapi... mereka mencoba memanfaatkannya," ujar Blinken.

Dia kemudian menuduh kelompok Wagner hanya membawa masalah ke mana pun mereka pergi. Dia mengklaim "ketidakamanan telah meningkat, bukan turun" di negara-negara yang dikunjunginya.

Pernyataan Blinken muncul setelah laporan media menyatakan pemerintah militer baru Niger telah mempertimbangkan mengundang kelompok Wagner ke negara itu untuk membantu melindungi kekuatan mereka dan menghalangi intervensi asing.

Para pemimpin kudeta saat ini menghadapi tenggat waktu yang semakin dekat untuk mengembalikan Presiden Mohamed Bazoum yang digulingkan ke tampuk kekuasaan atau menghadapi kemungkinan intervensi militer oleh negara-negara tetangga.

Baca juga: Bos Wagner Gembira Dapat Memaksa AS Ubah Kebijakan di Niger

Penjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland, kadang-kadang disebut sebagai tsar perubahan rezim Washington karena perannya dalam kudeta tahun 2014 di Ukraina, bahkan secara pribadi melakukan perjalanan untuk bertemu perwakilan pemerintah baru Niger untuk mencegah mereka berbaur dengan Wagner.

Presiden pro-AS Niger yang digulingkan, Bazoum, juga menyatakan keprihatinannya bahwa wilayah Sahel di Afrika barat dapat berada di bawah pengaruh Rusia melalui kelompok Wagner.

Sementara itu, Ketua Wagner Group Evgeny Prigozhin menegaskan kelompoknya hanya berjuang di sisi kebaikan, keadilan dan mereka yang ingin mempertahankan kedaulatan dan hak-hak rakyatnya.

Dia juga mencatat tingkat kecemasan Washington tentang kemungkinan bertemu dengan kelompoknya "memicu kegembiraan" dan mengundang pemerintah baru Niger untuk "hubungi kami".

Tidak jelas peran apa, jika ada, yang dimiliki atau akan dimainkan oleh Rusia atau Wagner dalam situasi di Niger, tetapi Moskow bersikeras mereka dengan tegas menentang intervensi asing di negara itu dan menyatakan harapan Niger akan dapat memulihkan "normalitas konstitusional."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved