Kim Jong-un Pecat Jenderal Tertinggi, Serukan Persiapan Perang
Kamis, 10 Agustus 2023 - 06:52 WIB
loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memecat jenderal tertinggi dan menyerukan persiapan perang. Foto/KCNA via REUTERS
A
A
A
SEOUL - Sebuah keputusan mengejutkan dilakukan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un . Diktator muda Korut itu memecat jenderal tertinggi militernya.
Tidak hanya itu, Kim Jong-un juga menyerukan lebih banyak persiapan untuk kemungkinan perang, peningkatan produksi senjata, dan perluasan latihan militer, lapor media pemerintah KCNA yang dilansir dari Reuters, Kamis (10/8/2023).
Kim Jong-un menyampaikan keputusan tersebut pada Pertemuan ke-7 Komisi Militer Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK).
Baca Juga: Korea Utara Memodernisasi Pabrik Produksi Tank Tempur Utama
KCNA melaporkan Kim Jong-un juga memberhentikan jenderal tertinggi militer, Kepala Staf Umum Pak Su-il, pada pertemuan tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Jenderal Ri Yong-gil diangkat ke pos yang dikosongkan, meskipun masih belum jelas apakah dia akan mempertahankan perannya sebagai Menteri Pertahanan.
Keputusan itu muncul setelah dia mengunjungi pabrik senjata di mana dia meminta lebih banyak mesin rudal, artileri, dan senjata lain untuk dibuat.
Tidak hanya itu, Kim Jong-un juga menyerukan lebih banyak persiapan untuk kemungkinan perang, peningkatan produksi senjata, dan perluasan latihan militer, lapor media pemerintah KCNA yang dilansir dari Reuters, Kamis (10/8/2023).
Kim Jong-un menyampaikan keputusan tersebut pada Pertemuan ke-7 Komisi Militer Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK).
Baca Juga: Korea Utara Memodernisasi Pabrik Produksi Tank Tempur Utama
KCNA melaporkan Kim Jong-un juga memberhentikan jenderal tertinggi militer, Kepala Staf Umum Pak Su-il, pada pertemuan tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Jenderal Ri Yong-gil diangkat ke pos yang dikosongkan, meskipun masih belum jelas apakah dia akan mempertahankan perannya sebagai Menteri Pertahanan.
Keputusan itu muncul setelah dia mengunjungi pabrik senjata di mana dia meminta lebih banyak mesin rudal, artileri, dan senjata lain untuk dibuat.
Lihat Juga :