Alasan AS Ikut Campur usai Kudeta Militer Guncang Niger
Rabu, 09 Agustus 2023 - 20:13 WIB
loading...
Amerika Serikat mulai ikut campur setelah kudeta militer guncang Niger. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Ketika Niger di ambang perang besar dengan negara negara blok Afrika Barat (ECOWAS), Amerika Serikat (AS) mulai intervensi.
Victoria Nuland, pelaksana tugas (Plt) Wakil Menteri Luar Negeri AS, telah mengunjungi Niger untuk menekan junta militer memulihkan pemerintahan demokratis setelah penggulingan Presiden Mohamed Bazoum yang pro-Barat bulan lalu.
Nuland mengatakan mengaku telah mengadakan pembicaraan "terus terang dan sulit" dengan komandan militer Moussa Salaou Barmou dan tiga kolonelnya di Ibu Kota Niger, Niamey.
Itu adalah perjalanan pertama pejabat AS ke negara itu sejak kudeta pada 26 Juli.
Baca Juga: Pakar: Bendera Rusia Dikibarkan Demonstran Niger Membuat Barat Ketakutan
Namun, permintaan Nuland untuk bertemu dengan Bazoum dan Jenderal Abdourahmane Tchiani—pemimpin kudeta yang memproklamirkan diri sebagai kepala pemerintahan militer, ditolak mentah-mentah.
“Mereka cukup tegas dalam pandangan mereka tentang bagaimana mereka ingin melanjutkan, dan itu tidak sesuai dengan Konstitusi Niger,” katanya.
Victoria Nuland, pelaksana tugas (Plt) Wakil Menteri Luar Negeri AS, telah mengunjungi Niger untuk menekan junta militer memulihkan pemerintahan demokratis setelah penggulingan Presiden Mohamed Bazoum yang pro-Barat bulan lalu.
Nuland mengatakan mengaku telah mengadakan pembicaraan "terus terang dan sulit" dengan komandan militer Moussa Salaou Barmou dan tiga kolonelnya di Ibu Kota Niger, Niamey.
Itu adalah perjalanan pertama pejabat AS ke negara itu sejak kudeta pada 26 Juli.
Baca Juga: Pakar: Bendera Rusia Dikibarkan Demonstran Niger Membuat Barat Ketakutan
Namun, permintaan Nuland untuk bertemu dengan Bazoum dan Jenderal Abdourahmane Tchiani—pemimpin kudeta yang memproklamirkan diri sebagai kepala pemerintahan militer, ditolak mentah-mentah.
“Mereka cukup tegas dalam pandangan mereka tentang bagaimana mereka ingin melanjutkan, dan itu tidak sesuai dengan Konstitusi Niger,” katanya.
Lihat Juga :