Ukraina Akui Tak Mampu Bikin Senjata Nuklir, Ini Alasannya

Sabtu, 05 Agustus 2023 - 20:41 WIB
loading...
Ukraina Akui Tak Mampu...
Ukraina akui tidak mampu untuk memproduksi senjata nuklir sendiri. Foto/US Air Force via REUTERS
A A A
KYIV - Ukraina mengakui tidak mampu untuk memproduksi senjata nuklir sendiri meski dulunya menjadi salah satu kekuatan atom dunia.

Pengakuan ini disampaikan Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov. Dia mengisyaratkan bahwa Kyiv pada akhirnya hanya dapat menjadi tuan rumah senjata atom buatan Barat.

Berbicara di televisi nasional pada hari Jumat, Danilov ditanya apakah Ukraina dapat berharap untuk mendapatkan kembali status nuklirnya, yang hilang tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet.

“Mengenai gudang senjata yang disita dari kami, mari bersikap realistis—ini hampir tidak mungkin sama sekali. Dan bukan hanya karena beberapa masalah politik, tetapi juga karena masalah teknologi," akunya, yang dikutip Russia Today, Sabtu (5/8/2023).

Baca Juga: Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal

Pejabat pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky itu melanjutkan dengan menggambarkan persediaan rudal balistik antarbenua yang digunakan Ukraina sebagai tuan rumah senjat nuklir sebagai hal yang rumit, tetapi mencatat bahwa ada kasus ketika kekuatan non-nuklir telah diberikan nuklir oleh sekutu NATO.

“Saya tidak dapat memberi tahu Anda apakah ini akan berhasil dalam kasus kami," kata Danilov, menambahkan bahwa setiap upaya Kyiv di bidang ini akan menghadapi rintangan serius.

Komentar Danilov berbeda dengan komentar Oleksiy Arestovych, mantan penasihat Presiden Zelensky, yang menyatakan pada bulan Juni bahwa Kyiv dapat dengan cepat mengembangkan persenjataan atomnya sendiri dan mendapatkan bahan fisil yang diperlukan.

Sekadar diketahui, setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Ukraina mewarisi sekitar sepertiga dari hulu ledak nuklir negara itu, bersama dengan infrastruktur yang menyertainya.

Pada tahun 1994, Kyiv secara sukarela menyerahkan senjata nuklirnya dengan imbalan jaminan keamanan dari AS, Inggris, dan Rusia di bawah Memorandum Budapest.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir pejabat Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa campur tangan Barat dalam urusan dalam negeri Ukraina telah merusak perjanjian itu.

Pada awal 2022, tak lama sebelum dimulainya invasi militer Moskow di Ukraina, Zelensky memberi isyarat bahwa Kyiv mungkin mencoba merebut kembali status nuklirnya, dengan alasan hilangnya Crimea.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, Ukraina sedang dalam pembicaraan untuk memperoleh senjata nuklir sebelum dimulainya konflik, sementara mantan pemimpin Rusia Dmitry Medvedev mengatakan ancaman Kyiv untuk memulai kembali program nuklirnya adalah salah satu faktor utama yang mendorong Rusia untuk meluncurkan operasi militernya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved