Begini Cara Rusia Kerjai Rudal Canggih AS Menjadi Tak Berguna di Ukraina

Sabtu, 05 Agustus 2023 - 14:48 WIB
loading...
Begini Cara Rusia Kerjai...
Rusia menggunakan teknologi jamming yang membuat rudal-rudal canggih AS dan sekutu Barat menjadi tidak berguna di Ukraina. Foto/Wikimedia Commons via EurAsian Times
A A A
KYIV - Rusia telah berhasil menonaktifkan rudal-rudal canggih Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat yang digunakan di Ukraina. Caranya dengan menggunakan teknologi yang mengacak koordinat GPS senjata Barat tersebut.

Bryan Clark, senior fellow di Hudson Institute—sebuah lembaga think tank AS—mengatakan kepada BBC bahwa kemampuan perang elektronik Rusia telah meningkat secara signifikan selama konflik dengan Ukraina.

Menurutnya, Rusia sekarang mengerahkan ratusan unit perang elektronik seluler kecil di sepanjang garis depan, setelah sebelumnya mengandalkan unit besar dan tidak praktis yang dapat dengan mudah ditargetkan.

Clark mengatakan kepada BBC bahwa teknologi Rusia dapat mengganggu koordinat GPS rudal, menonaktifkan drone Ukraina, dan menekan sinyal radar yang digunakan oleh Ukraina untuk mengidentifikasi target yang akan diserang.

Baca Juga: Jet Tempur Rusia Kerjai Drone MQ-9 Reaper AS 2 Hari Berturut-turut di Suriah

Salah satu sistem tersebut, R-330Zh Zhitel, mampu menekan sinyal satelit.

"Zhitel dapat mengganggu sinyal GPS dalam jarak 30 km dari pengacau," kata Clark, yang dilansir Business Insider, Sabtu (5/8/2023).

“Untuk senjata seperti bom JDAM, yang hanya menggunakan penerima GPS untuk mengarahkannya ke target, itu cukup untuk kehilangan geolokasinya dan meleset dari target.”

Ini bukan pertama kalinya muncul kekhawatiran tentang keefektifan Joint Direct Attack Munition atau JDAM di Ukraina, di mana lembaga think tank Inggris; The Royal United Services Institute, pada bulan Januari mengutip dokumen AS yang bocor bahwa para pejabat menyatakan keprihatinan tentang Rusia yang mengganggu koordinat GPS JDAM.

Bom JDAM adalah salah satu senjata yang disediakan AS untuk Ukraina dan dapat diluncurkan melalui udara untuk mencapai target hingga 45 mil jauhnya. Seperti banyak rudal jarak jauh, mereka mengandalkan koordinat GPS untuk mencapai targetnya.

Mereka memiliki jangkauan yang lebih besar daripada roket jarak jauh HIMARS yang digunakan Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia dalam serangan balasan tahun lalu.

Mereka juga merupakan salah satu senjata yang diharapkan sekutu Barat dapat membantu Ukraina dalam serangan balasan barunya untuk mengusir pasukan Rusia.

Tetapi pertahanan Rusia telah terbukti tangguh melawan senjata yang dipasok Barat, di mana tank-tank Barat sebagian besar tidak efektif menghadapi ladang ranjau besar yang telah diciptakan Rusia untuk mempertahankan posisinya di Ukraina selatan dan timur.

Taktik ofensif Barat sejauh ini belum mengamankan terobosan yang menentukan bagi Ukraina.

BBC melaporkan bahwa Ukraina berusaha untuk menghilangkan unit perang elektronik Rusia sebelum meluncurkan serangan rudal dalam "permainan kucing dan tikus", atau menargetkan posisi pasukan Moskow setelah mereka mendeteksi upaya Rusia untuk memblokir koordinat rudal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved