Tandingi Unjuk Kekuatan NATO, Rusia Kerahkan 30 Kapal Perang di Baltik
Kamis, 03 Agustus 2023 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Ketujuh kapal perang NATO yang terlibat latihan tempur tersebut adalah kapal perang TCG Erdek dan TCG Gokceada dari Turki; kapal perang Stromboli ITS, Viareggio ITS, Carabiniere ITS dari Italia; kapal perang HMS Duncan dari Inggris; dan kapal perang USS Ramage dari AS.
"Pemain peran latihan ditempatkan di ladang ranjau yang disimulasikan melintasi chokepoint maritim yang sempit—jalur air yang dibatasi secara navigasi yang secara alami menyalurkan lalu lintas pengiriman pedagang sebagai rute terpendek antara tujuan utama," bunyi pernyataan Komando Maritim Sekutu NATO.
“Ladang ranjau seperti itu merupakan hambatan besar bagi jalur kapal, terutama bila dikombinasikan dengan risiko serangan dari pesawat musuh dan kapal permukaan serangan cepat. Ini juga merupakan skenario realistis yang dihadapi oleh kapal perang atau kapal dagang," lanjut komando tersebut, seperti dikutip dari Newsweek.
“Ada potensi agresor untuk menutup chokepoint maritim melalui penggunaan ranjau laut atau pasukan pesisir, oleh karena itu Angkatan Laut Sekutu harus siap bereaksi untuk menjaga kebebasan navigasi melalui rute pelayaran vital ini.”
Komandan latihan perang Komodor Commodore Paul Stroude mengatakan: "Baik ekonomi dunia dan keberadaan kita sehari-hari sangat bergantung pada pengiriman pedagang. Sangat penting bagi kita untuk dapat menjaga rute strategis ini tetap terbuka sehingga kapal dagang dapat melewatinya dengan aman."
"Pemain peran latihan ditempatkan di ladang ranjau yang disimulasikan melintasi chokepoint maritim yang sempit—jalur air yang dibatasi secara navigasi yang secara alami menyalurkan lalu lintas pengiriman pedagang sebagai rute terpendek antara tujuan utama," bunyi pernyataan Komando Maritim Sekutu NATO.
“Ladang ranjau seperti itu merupakan hambatan besar bagi jalur kapal, terutama bila dikombinasikan dengan risiko serangan dari pesawat musuh dan kapal permukaan serangan cepat. Ini juga merupakan skenario realistis yang dihadapi oleh kapal perang atau kapal dagang," lanjut komando tersebut, seperti dikutip dari Newsweek.
“Ada potensi agresor untuk menutup chokepoint maritim melalui penggunaan ranjau laut atau pasukan pesisir, oleh karena itu Angkatan Laut Sekutu harus siap bereaksi untuk menjaga kebebasan navigasi melalui rute pelayaran vital ini.”
Komandan latihan perang Komodor Commodore Paul Stroude mengatakan: "Baik ekonomi dunia dan keberadaan kita sehari-hari sangat bergantung pada pengiriman pedagang. Sangat penting bagi kita untuk dapat menjaga rute strategis ini tetap terbuka sehingga kapal dagang dapat melewatinya dengan aman."
(mas)
Lihat Juga :