5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Selasa, 01 Agustus 2023 - 12:03 WIB
loading...
5 Akar Permasalahan...
Kamp pengungsi Palestina di Lebanon menjadi pertarungan kekuasaan antar faksi yang kerap berujung pada pertumpahan darah. Foto/Reuters
A A A
BEIRUT - Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan di kamp Ein el-Hilweh yang menjadi tempat bagi 63.000 pengungsi Palestina .

Pertempuran tiga hari antar faksi Palestina di Ein el-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, menjadi perhatian banyak pihak. Baku tembak itu memaksa ribuan warga yang ketakutan meninggalkan kamp yang dikelola Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Lima anggota kelompok Fatah dan satu pejuang dari kelompok bersenjata Junud al-Sham termasuk di antara mereka yang tewas dalam bentrokan itu. Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 40 orang, termasuk anak-anak, terluka di kamp dekat kota pelabuhan Sidon di Lebanon selatan.

Berikut adalah 5 akar permasalahan konflik pada kamp pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon.

1. Konflik Antar-faksi di Pengungsi Palestina

5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Foto/Reuters

Kekerasan dimulai pada hari Sabtu (29/7/2023) ketika seorang pria bersenjata tak dikenal mencoba membunuh seorang anggota kelompok bersenjata bernama Mahmoud Khalil tetapi malah menembak mati rekannya.

Dalam bentrokan berikutnya, komandan Fatah Abu Ashraf al-Armouchi dan beberapa pembantunya tewas. Al-Armouchi bertanggung jawab atas keamanan di dalam Ein el-Hilweh.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Palestina WAFA, kepresidenan Palestina mengecam “pembantaian keji dan pembunuhan teroris terhadap pasukan keamanan nasional yang bekerja keras untuk menjaga keselamatan dan keamanan kamp dan penghuninya”. Keamanan kamp-kamp Palestina di Lebanon adalah "garis merah", tambahnya, dilansir Al Jazeera.

Kamp padat penduduk telah menjadi tempat pertikaian sengit antara faksi-faksi Palestina selama beberapa dekade.

Baca Juga: Bentrokan Pecah di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon, Korban Tewas 9 Orang

2. Para Pengungsi Palestina yang Ditindas Israel

5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Foto/Reuters

Seperti banyak kamp pengungsi Palestina lainnya di Lebanon dan negara-negara tetangga, Ein el-Hilweh didirikan setelah Nakba 1948, yang berarti “malapetaka”.

Nakba adalah pengusiran setidaknya 750.000 warga Palestina dari rumah, desa, dan kota mereka oleh milisi Zionis selama pembentukan negara Israel.

Ein el-Hilweh awalnya didirikan oleh Komite Palang Merah Internasional, dan sebagian besar penduduk awalnya telah mengungsi dari kota-kota pesisir utara Palestina.

Penghuni kamp termasuk sejumlah besar pengungsi Palestina yang terlantar selama Perang Saudara Lebanon dan setelah konflik Nahr el-Bared pada tahun 2007 ketika pertempuran pecah antara Fatah al-Islam, sebuah kelompok bersenjata, dan tentara Lebanon.

Baca Juga: 5 Tugas Berat Komite Rekonsiliasi Palestina, Pertama dan Utama Adalah Melawan Agresi Israel

3. Jumlah Pengungsi Terus Bertambah karena Konflik Suriah

5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Foto/Reuters

Populasi pengungsi di Ein el-Hilweh terus bertambah setelah 2011 ketika perang saudara Suriah pecah setelah Bashar al-Assad menindak protes anti-pemerintah. Jutaan orang mengungsi, termasuk pengungsi Palestina yang tinggal di Suriah. Banyak yang mencari keamanan di Lebanon dan bermukim kembali di kamp.

Kamp ini dikelilingi oleh tembok besar, dan aksesnya terbatas. Bahan yang digunakan untuk bangunan dan konstruksi diatur oleh tentara Lebanon, yang mengelola beberapa pos pemeriksaan yang mengarah ke kamp tersebut.

4. Tidak Ada Jaminan Keamanan dari Tentara Lebanon

5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Foto/Reuters

Karena kesepakatan lama, tentara Lebanon tidak memasuki kamp, dan menyerahkan keamanan internalnya di tangan faksi Palestina di dalamnya.

Keamanan di 11 kamp pengungsi resmi terdaftar di bawah UNRWA di seluruh Lebanon berada di tangan kelompok dan faksi Palestina.

11 kamp tersebut menampung hampir setengah juta warga Palestina. Mereka hidup dalam kondisi jorok di bawah berbagai batasan hukum, termasuk tentang sedikitnya pekerjaan pekerjaan.

5. Kekerasan yang Sudah Menjadi Tradisi

5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Foto/Reuters

Ein el-Hilweh telah menyaksikan banyak ledakan kekerasan selama beberapa dekade. Kamp tersebut telah menyaksikan pertempuran faksi dan telah menjadi medan perang antara faksi Palestina dan pasukan Lebanon.

Pada tahun 1974 selama Perang Saudara Lebanon, puluhan jet tempur Israel membom dan memberondong kamp pengungsi Palestina di Lebanon, terutama kamp Ein el-Hilweh. Beberapa orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam apa yang pada saat itu diyakini sebagai udara terberat dalam sejarah kamp pengungsi di Lebanon.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved