El Salvador Gelar Sidang Massal, Adili 900 Anggota Geng

Minggu, 30 Juli 2023 - 12:00 WIB
loading...
El Salvador Gelar Sidang...
900 anggota geng di El Salvador diadili secara massal. Foto/Daily Star
A A A
SAN SALVADOR - El Salvador akan menggelar sidang massal 900 tersangka anggota geng dengan vonis yang sama. Sidang massal ini adalah bagian dari tindakan keras negara di Amerika Tengah itu terhadap kejahatan di seluruh negeri.

Perundang-undangan untuk mencakup proses hukum sudah berjalan, setelah 70.000 orang ditangkap pasca Presiden Nayib Bukele mengumumkan keadaan darurat.

Keadaan darurat diumumkan 16 bulan yang lalu dan sekarang pejabat pemerintah sedang bersiap untuk mengizinkan hingga 900 terdakwa diadili sekaligus untuk "perkumpulan melawan hukum", yang menganggap orang-orang didakwa sebagai bagian dari sel kriminal yang sama.

Baca Juga: El Salvador Pindahkan 2.000 Anggota Geng ke Penjara Terbesar di Amerika

Penangkapan massal yang terjadi selama keadaan lockdown dilaporkan mengurangi jumlah pembunuhan, dengan lebih sedikit laporan pembunuhan dan kejahatan di daerah tersebut.

Penangkapan massal itu tampaknya juga berdampak pada popularitas presiden.

Perubahan selanjutnya pada hukum pidana dan potensi tuntutan hukum massal telah mendapat perhatian dari kelompok pengawas hak asasi manusia lokal dan internasional.

Analis keamanan Jeannette Aguilar, berbicara kepada VICE, memperingatkan tentang "risiko serius" yang ditimbulkan oleh masa lockdown terhadap penduduk dan mereka yang sudah berada dalam kurungan.

Baca Juga: Tumpas Gangster, Kota Ini Dikepung 10.000 Tentara dan Polisi

"Praktek ini ilegal dan dari setiap sudut pandang, melanggar prinsip tidak bersalah. Itu menjijikkan dan merupakan risiko ancaman serius secara umum bagi penduduk," ujarnya seperti dilansir dari Daily Star, Minggu (30/7/2023).

Aguilar lebih lanjut mencatat perubahan pemerintah merupakan reformasi yang menyimpang dalam hal pelanggaran jaminan mendasar dari proses hak asasi manusia.

Keadaan darurat diumumkan kembali pada Maret 2022 setelah meningkatnya kekerasan, dengan pemerintah menuduh 80% negara berada di bawah kendali geng kriminal.

"Kebijakan yang didasarkan pada penangkapan massal dan bukan pendekatan komprehensif terhadap kekerasan, termasuk mengapa lebih banyak anak dan remaja bergabung dengan kelompok ini, tidak mengatasi akar penyebabnya," Aguilar menambahkan.

Baca Juga: El Salvador Kerahkan 10 Ribu Tentara untuk Berantas Geng Kriminal
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maduro Diadili di Pengadilan...
Maduro Diadili di Pengadilan AS untuk Kedua Kalinya sejak Diculik Pasukan Khusus Amerika
Pria Ini Pengacara yang...
Pria Ini Pengacara yang Menangkan 26 Kasus di Pengadilan sebelum Ditangkap karena Gadungan
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
Maduro Muncul Pertama...
Maduro Muncul Pertama Kali di Pengadilan AS: Saya Diculik, Saya Tak Bersalah, Saya Pria Baik!
4 Alasan Penjara di...
4 Alasan Penjara di Amerika Latin Jadi Tempat Terbentuknya Kartel Paling Berbahaya di Dunia
Terkonfirmasi! Bos Geng...
Terkonfirmasi! Bos Geng Palestina Antek Israel Tewas Dibunuh, Pukulan bagi Zionis
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved