Vladimir Putin: Ukraina, AS, dan NATO Menolak Bicara dengan Rusia

Minggu, 30 Juli 2023 - 00:27 WIB
loading...
Vladimir Putin: Ukraina,...
Presiden Vladimir Putin sebut Ukraina dan pendukungnya, yakni AS dan NATO, menolak berbicara dengan Rusia untuk temukan solusi damai. Foto/REUTERS
A A A
ST PETERSBURG - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap untuk mencari solusi diplomatik untuk krisis di Ukraina tetapi Kyiv dan para pendukungnya; Amerika Serikat (AS) dan NATO, menolak untuk berbicara dengan Moskow.

“Semua perbedaan harus diselesaikan di meja perundingan,” kata Putin kepada para pemimpin Afrika selama KTT Rusia-Afrika di St Petersburg pada hari Jumat.

“Masalahnya adalah mereka menolak untuk berbicara dengan kami,” ujarnya.

“Rezim Ukraina saat ini juga menolak negosiasi, dan mengumumkannya secara resmi. Presiden Ukraina [Volodymyr Zelensky] telah menandatangani keputusan yang relevan musim gugur lalu," kata Putin, yang dilansir Russia Today, Sabtu (29/7/2023).

Baca Juga: Komandan Brigade Hantu Rusia Tewas dalam Perang di Ukraina

Pemimpin Rusia itu mengeklaim bahwa akar dari konflik antara Moskow dan Kyiv adalah penciptaan ancaman terhadap keamanan Rusia oleh AS dan NATO.

"Namun, Washington dan sekutunya juga menolak negosiasi tentang masalah jaminan keamanan yang sama untuk semua pihak, termasuk Rusia," ujarnya.

“Kami telah mengatakan berkali-kali—dan saya telah menyatakannya secara resmi—bahwa kami siap untuk pembicaraan itu,” papar Putin.

“Kami tidak dapat memaksakan negosiasi itu pada mereka,” katanya. "Perlu ada dialog dengan pihak lain juga di pihak komunitas internasional untuk membujuk Ukraina agar terlibat dalam pembicaraan."

Putin juga menekankan bahwa Moskow berterima kasih kepada teman-teman Afrika-nya atas upaya mereka menemukan solusi damai untuk konflik Ukraina.

Misi para pemimpin dan pejabat senior Afrika, termasuk presiden Afrika Selatan, Senegal, dan Zambia, mengunjungi St Petersburg dan Kyiv pada pertengahan Juni untuk mengusulkan inisiatif perdamaian sepuluh poin mereka kepada Putin dan Zelensky.

Rencana Afrika menyerukan jaminan keamanan dan pergerakan bebas biji-bijian melalui Laut Hitam, serta pembebasan tahanan dan dimulainya negosiasi perdamaian dengan cepat, di antara proposal lainnya.

Dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti pada hari Kamis, Presiden Komoro Azali Assoumani, yang menjabat sebagai Ketua Uni Afrika dan merupakan bagian dari delegasi perdamaian, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya belum menerima konfirmasi yang meyakinkan untuk keputusan Zelensky dalam terlibat dalam negosiasi dengan Rusia.

Bulan lalu, pemimpin Ukraina itu menegaskan kembali pendiriannya bahwa pembicaraan dengan Moskow hanya dapat dimulai setelah pasukan Rusia menarik diri dari semua wilayah Ukraina dalam perbatasan tahun 1991, termasuk Crimea.

Rusia telah menolak tuntutan Zelensky sebagai tuntutan tidak realistis, dengan alasan bahwa itu adalah tanda keengganan Kyiv untuk menyelesaikan konflik melalui cara diplomatik. Menurut Moskow, ini membuatnya tidak punya pilihan selain terus bekerja untuk mencapai tujuannya di Ukraina melalui sarana militer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Berita Terkini
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved