Dibujuk AS, Selandia Baru Ogah Bergabung dengan Pilar Pertama AUKUS

Sabtu, 29 Juli 2023 - 05:45 WIB
loading...
Dibujuk AS, Selandia...
Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta dan Menlu AS Antony Blinken mengadakan konferensi pers bersama di Wellington pada Kamis (27/7/2023). Foto/REUTERS
A A A
WELLINGTON - Selandia Baru tidak mempertimbangkan untuk bergabung dengan pilar pertama aliansi keamanan AUKUS, yang melibatkan pasokan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Nanaia Mahuta menjelaskan hal itu.

Mahuta dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengadakan konferensi pers bersama di Wellington pada Kamis, di mana dia mengatakan, "Pintu sangat terbuka bagi Selandia Baru dan mitra lainnya untuk terlibat (dalam AUKUS), sebagaimana yang mereka anggap perlu."

"Dan saya sudah cukup jelas dalam hal posisi Selandia Baru pada pengaturan AUKUS sejak awal bahwa Selandia Baru tidak siap untuk berkompromi atau mengubah posisi kerangka kerja nuklir kami," ujar Mahuta seperti dikutip Departemen Luar Negeri AS.

Wellington tetap berkomitmen pada Pasifik yang bebas nuklir, menurut Mahuta.

Baca juga: Spesifikasi Helikopter Ka-52 Alligator Rusia yang Ditakuti Ukraina dan NATO

Menteri Pertahanan (Menhan) Selandia Baru Andrew Little menggemakan sentimen yang sama pada bulan Juni, mengatakan posisi Wellington pada senjata nuklir sangat tegas dan tidak mungkin berubah.

Pada September 2021, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat mengumumkan kemitraan AUKUS trilateral baru.

Australia mengumumkan penarikannya dari kontrak senilai USD66 miliar dengan Prancis untuk 12 kapal selam serang bertenaga konvensional yang canggih.

Amerika Serikat telah berjanji meningkatkan kemampuan militer Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved