5 Fakta Mohamed Bazoum, Presiden Niger yang Digulingkan Militer

Jum'at, 28 Juli 2023 - 16:03 WIB
loading...
5 Fakta Mohamed Bazoum,...
Mohamed Bazoum, presiden Niger yang digulingkan militer. Foto/Foreign Policy
A A A
JAKARTA - Presiden Niger, Mohamed Bazoum digulingkan dari kekuasaannya dalam kudeta militer pada Rabu, (26/7/2023) pagi. Kudeta tersebut diumumkan oleh sekelompok tentara yang menyebut diri mereka sebagai Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat (CNSP) dalam sebuah siaran di televisi nasional.

CNSP mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan tersebut lantaran situasi keamanan dan pemerintahan yang memburuk. Akibatnya, mereka juga menutup semua perbatasan dan memberlakukan jam malam nasional.

Untuk mengetahui peristiwa tersebut secara lebih jauh, terdapat sejumlah fakta tentang Fakta Mohamed Bazoum yang menarik untuk diketahui. Simak ulasan berikut ini.

Fakta Penggulingan Mohamed Bazoum yang digulingkan dari kursi kepresidenan:

1. Mohamed Bazoum ditahan di Istana


Presiden Niger Mohamed Bazoum ditahan oleh pasukan pengawal kepresidenan (paspampres) di istana pada hari Rabu, 26 Juli 2023. Sebelumnya, tentara Niger memblokir akses ke istana kepresidenan di ibu kota Niamey menggunakan kendaraan militer.

Motif penahanan ini belum jelas, tetapi ada dugaan bahwa ini merupakan upaya kudeta militer. Hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas dan demokrasi di Niger, yang telah mengalami empat kali kudeta sejak merdeka dari Perancis pada 1960.

2. Dikudeta oleh Pasukan Militernya


Kudeta itu diumumkan di televisi nasional oleh Kolonel Mayor Amadou Abrame, bersama sembilan tentara berseragam lainnya yang terus mengawalnya di belakang. Alasan mereka melakukan kudeta tersebut lantaran situasi keamanan dan tata kelola ekonomi yang memburuk.

“Ini sebagai akibat dari degradasi yang berkelanjutan dari situasi keamanan, tata kelola ekonomi dan sosial yang buruk,” kata Kolonel Mayor Angkatan Udara Amadou Abdramane dilansir dari time, Jumat, (28/7/2023).

3. Istana dan Kantor Kementerian Diblokir


Dikutip dari laman Aljazeera, jalan beserta Istana dan kementerian kini telah diblokir kendaraan militer sejak rabu pagi. Akibatnya, staf di dalam Istana pun tidak bisa mengakses kantor mereka.

Para prajurit telah menyatakan jika semua institusi telah ditangguhkan dan pasukan keamanan terus mengatur situasi. Selain itu, mereka juga mendesak agar mitra eksternal tidak usah ikut campur dalam kudeta kali ini.

4. CNSP dikecam Sejumlah Negara di Dunia


Kudeta ini menimbulkan kecaman dari komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Afrika, Uni Eropa dan Prancis, yang mengutuk upaya kudeta dan menyerukan pembebasan segera Bazoum dan pejabat lainnya.

Sebagian besar negara tersebut menyerukan agar kembali ke tatanan konstitusional. Mengingat kudeta militer ini adalah ketujuh kalinya yang terjadi di Afrika Barat dan Tengah sejak tahun 2020 lalu.

5. Presiden Mohamed Bazoun dalam Keadaan Baik di Istana


Meskipun ditahan di Istana, Presiden Mohamed Bazon diketahui dalam keadaan baik-baik saja. Hal itu dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna, pada hari Jumat, (28/07/2023).

Diplomat tinggi Paris mengatakan Bazoum telah berbicara dengan Presiden Emmanuel Macron Jumat pagi. "Dia bisa dihubungi, dia juga mengatakan bahwa dia dalam keadaan sehat." dilansir dari laman France24, Jumat, (28/07/2023).
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
6 Upaya Penggulingan...
6 Upaya Penggulingan Xi Jinping yang Pernah Mengguncang Kekuasaan China
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved