Rusia Tawarkan Rencana Ketahanan Pangan Baru ke Afrika
Selasa, 25 Juli 2023 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Delegasi dari 49 dari 54 negara Afrika mengonfirmasi rencana mereka untuk berpartisipasi dalam KTT Rusia-Afrika pekan lalu, dengan sekitar setengahnya diwakili di tingkat tertinggi oleh kepala negara atau kepala pemerintahan, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.
Menjelang KTT, Presiden Rusia Putin menulis artikel yang menguraikan visinya tentang prospek kerja sama antara Rusia dan negara-negara Afrika.
Ozerov mengindikasikan para pemimpin Rusia dan Afrika akan mengadopsi deklarasi kebijakan menyeluruh, rencana aksi bersama, serta tiga dokumen tentang kerja sama sektoral di KTT, dengan yang terakhir berkaitan dengan "perang melawan terorisme, non-penyebaran senjata di luar angkasa dan keamanan informasi internasional."
“Kementerian Luar Negeri Rusia berharap dokumen ini akan menjadi platform untuk kerja sama dengan negara-negara Afrika dalam menciptakan konfigurasi baru hubungan internasional, berdasarkan kesetaraan dan dunia multipolar daripada kediktatoran sepihak," ungkap diplomat itu.
Di bidang keamanan, duta besar Rusia menunjukkan Moskow tidak memiliki kehadiran militer di Afrika, dengan permintaan negara-negara Afrika tertentu hanya mengenai bantuan keamanan.
"Kami tidak memiliki kehadiran militer di sana. Ada permintaan ke Rusia untuk memberikan bantuan keamanan. Tapi itu bukan kehadiran militer. Kehadiran militer adalah ketika seseorang mengirim pasukan. Kami tidak mengirim mereka. Kami mengirimkan instruktur atas permintaan negara-negara Afrika," pungkas Ozerov.
Menjelang KTT, Presiden Rusia Putin menulis artikel yang menguraikan visinya tentang prospek kerja sama antara Rusia dan negara-negara Afrika.
Deklarasi Kebijakan
Ozerov mengindikasikan para pemimpin Rusia dan Afrika akan mengadopsi deklarasi kebijakan menyeluruh, rencana aksi bersama, serta tiga dokumen tentang kerja sama sektoral di KTT, dengan yang terakhir berkaitan dengan "perang melawan terorisme, non-penyebaran senjata di luar angkasa dan keamanan informasi internasional."
“Kementerian Luar Negeri Rusia berharap dokumen ini akan menjadi platform untuk kerja sama dengan negara-negara Afrika dalam menciptakan konfigurasi baru hubungan internasional, berdasarkan kesetaraan dan dunia multipolar daripada kediktatoran sepihak," ungkap diplomat itu.
Kerjasama Keamanan
Di bidang keamanan, duta besar Rusia menunjukkan Moskow tidak memiliki kehadiran militer di Afrika, dengan permintaan negara-negara Afrika tertentu hanya mengenai bantuan keamanan.
"Kami tidak memiliki kehadiran militer di sana. Ada permintaan ke Rusia untuk memberikan bantuan keamanan. Tapi itu bukan kehadiran militer. Kehadiran militer adalah ketika seseorang mengirim pasukan. Kami tidak mengirim mereka. Kami mengirimkan instruktur atas permintaan negara-negara Afrika," pungkas Ozerov.
(sya)
Lihat Juga :