Menteri Pertahanan Rusia Kunjungi Korea Utara Pekan Ini
Selasa, 25 Juli 2023 - 19:30 WIB
loading...
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu akan melakukan perjalanan ke Korea Utara (Korut) pekan ini atas undangan Pyongyang untuk menghadiri perayaan berakhirnya Perang Korea.
Kementerian Pertahanan di Moskow mengumumkan hal itu di tengah ketegangan di semenanjung Korea.
Dalam pernyataan pada Selasa (25/7/2023), Kemhan mengatakan, “Delegasi Rusia akan mengunjungi Korea Utara dari 25 hingga 27 Juli untuk mengambil bagian dalam perayaan peringatan 70 tahun kemenangan rakyat Korea."
“Kunjungan ini akan membantu memperkuat hubungan militer Rusia-Korea Utara dan akan menjadi tahapan penting dalam pengembangan kerja sama antara kedua negara,” ungkap pernyataan tersebut.
Permusuhan antara Korea Utara yang didukung Uni Soviet serta China, melawan Korea Selatan yang didukung koalisi sekutu Barat, berakhir pada 27 Juli 1953, setelah konflik selama tiga tahun.
Pyongyang dan Seoul tidak pernah menandatangani perjanjian damai tetapi setuju membentuk Zona Demiliterisasi (DMZ) yang secara de facto membagi Semenanjung Korea menjadi dua.
Konflik tersebut merenggut sekitar 3 juta nyawa dan dianggap sebagai salah satu yang paling berdarah dalam sejarah modern.
Kementerian Pertahanan di Moskow mengumumkan hal itu di tengah ketegangan di semenanjung Korea.
Dalam pernyataan pada Selasa (25/7/2023), Kemhan mengatakan, “Delegasi Rusia akan mengunjungi Korea Utara dari 25 hingga 27 Juli untuk mengambil bagian dalam perayaan peringatan 70 tahun kemenangan rakyat Korea."
“Kunjungan ini akan membantu memperkuat hubungan militer Rusia-Korea Utara dan akan menjadi tahapan penting dalam pengembangan kerja sama antara kedua negara,” ungkap pernyataan tersebut.
Permusuhan antara Korea Utara yang didukung Uni Soviet serta China, melawan Korea Selatan yang didukung koalisi sekutu Barat, berakhir pada 27 Juli 1953, setelah konflik selama tiga tahun.
Pyongyang dan Seoul tidak pernah menandatangani perjanjian damai tetapi setuju membentuk Zona Demiliterisasi (DMZ) yang secara de facto membagi Semenanjung Korea menjadi dua.
Konflik tersebut merenggut sekitar 3 juta nyawa dan dianggap sebagai salah satu yang paling berdarah dalam sejarah modern.
Lihat Juga :