Gedung Putih: Ukraina Kehilangan Kekuatan Signifikan

Minggu, 23 Juli 2023 - 02:01 WIB
loading...
Gedung Putih: Ukraina...
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan. Foto/YouTube/The Aspen Institute
A A A
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengklaim masih terlalu dini untuk menilai hasil dari serangan balasan Ukraina.

Dia bersikeras meskipun kehilangan sejumlah besar pasukan, Kiev masih memiliki cadangan yang besar.

Ketika ditanya apakah "serangan balasan yang sebenarnya belum datang" di Forum Keamanan Aspen di Washington DC pada Jumat (21/7/2023).

Sullivan bersikeras serangan balasan dimulai pada "hari orang Ukraina pertama mempertaruhkan nyawa mereka."

“Sudah ada banyak korban dan kematian pejuang Ukraina dalam serangan balasan ini, jadi ini sedang berlangsung. Dan itu sulit terjadi. Dan kami mengatakan itu akan sulit,” ungkap penasihat Gedung Putih kepada moderator forum, Edward Luce.

“Namun, Ukraina memiliki jumlah besar kekuatan tempur yang belum berkomitmen untuk berperang," papar dia.

Baca juga: Ukraina Serang Desa di Belgorod Rusia dengan Bom Tandan

Menurut Sullivan, kekuatan itu sekarang sedang mencoba untuk memilih saat yang tepat "ketika itu akan memberikan dampak maksimal di medan perang."

“Pada saat itulah mereka membuat komitmen bahwa kita akan benar-benar melihat apa kemungkinan hasil dari serangan balasan itu,” ujar Sullivan.

Dia mencatat, “Washington sedang berkonsultasi erat dengan Ukraina mengenai persyaratan untuk itu.”

Berbicara pada Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Barat jelas kecewa meskipun "sejumlah besar sumber daya" dikirim ke Kiev, serangan balasannya yang banyak dipuji telah gagal membuahkan hasil dan menyebabkan tingginya tingkat korban di Ukraina.

Pejabat tinggi Pentagon bersikeras awal pekan ini bahwa masih terlalu dini untuk menyebut serangan balasan sebagai "kegagalan", dengan mengatakan Washington selama ini memperkirakan operasi itu akan berdarah dan berlarut-larut.

The New York Times melaporkan pekan lalu, setelah kehilangan hingga 20% dari persenjataan yang dikerahkan dalam serangan balasan hanya dalam dua pekan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menghentikan operasi untuk menopang amunisi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved