Putin: Rusia Siap Pasok Gandum saat Barat Sabotase Ketahanan Pangan Global
Kamis, 20 Juli 2023 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
“Dan salah satu syarat dasar bagi Rusia untuk kembali ke kesepakatan biji-bijian adalah memulihkan esensi kemanusiaan,” ujar Putin.
"Saya percaya staf PBB dengan tulus berusaha memenuhi janji yang dibuat oleh Barat. Tetapi mereka tidak pernah berhasil mencapai apa pun. Mereka praktis tidak melakukan apa pun untuk pekerjaan normal dari kesepakatan itu," papar pemimpin itu.
Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai kesepakatan menyediakan koridor maritim kemanusiaan untuk kapal dengan ekspor makanan dan pupuk dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina pada 22 Juli 2022.
Namun, meski Moskow telah melaksanakan bagiannya dari kesepakatan tersebut, janji mencabut sanksi terhadap kapal Rusia yang terlibat dalam ekspor biji-bijian dan pupuk tidak ditepati.
Masalah dengan asuransi dan servis kapal di pelabuhan tidak ditangani. Bank tidak memberikan pinjaman kepada pembeli biji-bijian Rusia dan menolak jaminan bank, sering kali dengan alasan bahaya sanksi Barat.
Selain itu, biji-bijian yang diangkut melalui Laut Hitam hampir tidak mencapai negara-negara termiskin, yang merupakan salah satu poin utama dari kesepakatan tersebut.
Hanya 2,6% pengiriman dikirim ke negara-negara yang membutuhkan, sementara 80% pasokan dikirim ke negara-negara dengan pendapatan tinggi atau di atas rata-rata.
"Saya percaya staf PBB dengan tulus berusaha memenuhi janji yang dibuat oleh Barat. Tetapi mereka tidak pernah berhasil mencapai apa pun. Mereka praktis tidak melakukan apa pun untuk pekerjaan normal dari kesepakatan itu," papar pemimpin itu.
Ketika Masalah Muncul
Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai kesepakatan menyediakan koridor maritim kemanusiaan untuk kapal dengan ekspor makanan dan pupuk dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina pada 22 Juli 2022.
Namun, meski Moskow telah melaksanakan bagiannya dari kesepakatan tersebut, janji mencabut sanksi terhadap kapal Rusia yang terlibat dalam ekspor biji-bijian dan pupuk tidak ditepati.
Masalah dengan asuransi dan servis kapal di pelabuhan tidak ditangani. Bank tidak memberikan pinjaman kepada pembeli biji-bijian Rusia dan menolak jaminan bank, sering kali dengan alasan bahaya sanksi Barat.
Selain itu, biji-bijian yang diangkut melalui Laut Hitam hampir tidak mencapai negara-negara termiskin, yang merupakan salah satu poin utama dari kesepakatan tersebut.
Hanya 2,6% pengiriman dikirim ke negara-negara yang membutuhkan, sementara 80% pasokan dikirim ke negara-negara dengan pendapatan tinggi atau di atas rata-rata.
(sya)
Lihat Juga :