10 Alasan Mengapa Islandia Tidak Memiliki Tentara
Rabu, 19 Juli 2023 - 04:45 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, risiko invasi militer langsung menjadi rendah, dan kebutuhan akan kekuatan pertahanan yang besar berkurang.
Baca Juga: 10 Negara Paling Damai di Dunia, Asia Diwakili Jepang dan Singapura
![10 Alasan Mengapa Islandia Tidak Memiliki Tentara]()
Foto/Reuters
Islandia memperoleh kemerdekaan dari Denmark pada tahun 1944, selama Perang Dunia II. Saat itu, Islandia diduduki oleh pasukan Inggris dan Amerika, yang memberikan keamanan. Alhasil, Islandia tidak perlu segera membentuk kekuatan militer setelah memperoleh kemerdekaan.
Alih-alih berinvestasi dalam pasukan tetap yang mahal, Islandia dapat mengandalkan sekutu NATO-nya untuk pertahanan dan mengalokasikan sumber dayanya untuk kebutuhan domestik yang lebih mendesak.
![10 Alasan Mengapa Islandia Tidak Memiliki Tentara]()
Foto/Reuters
Budaya Islandia sangat menekankan perdamaian, dan negara ini memiliki sejarah panjang dalam mempromosikan pelucutan senjata.
Islandia juga memiliki tingkat melek huruf tertinggi di dunia (efektif 100%), harapan hidup terlama untuk pria di bawah 60 tahun, dan tingkat pembunuhan terendah—kurang dari 1 per 100.000 penduduk—dan penduduknya secara konsisten menduduki peringkat paling bahagia di Bumi, meskipun lama jam kegelapan musim dingin.
“Kami mengingat setiap pembunuhan,” gurau Ellertsdóttir. Namun demikian, warga islandia memiliki undang-undang senjata ketat di mana mewajibkan setiap orang Islandia yang ingin membeli senjata untuk mendapatkan sertifikat dokter dan mengikuti kursus keahlian menembak.
Baca Juga: 10 Negara Paling Damai di Dunia, Asia Diwakili Jepang dan Singapura
3. Merdeka dari Denmark

Foto/Reuters
Islandia memperoleh kemerdekaan dari Denmark pada tahun 1944, selama Perang Dunia II. Saat itu, Islandia diduduki oleh pasukan Inggris dan Amerika, yang memberikan keamanan. Alhasil, Islandia tidak perlu segera membentuk kekuatan militer setelah memperoleh kemerdekaan.
4. Kurangnya Tradisi Militer
Sejarah Islandia relatif bebas dari peperangan, dan akibatnya, negara ini tidak memiliki tradisi militer yang kuat. Sebaliknya, Islandia memiliki sejarah diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai, yang telah membantu membentuk sikap modernnya dalam urusan militer.5. Menghemat Anggaran
Memiliki kekuatan militer itu mahal, dan untuk negara kecil seperti Islandia, dengan populasi sekitar 350.000, itu mungkin bukan penggunaan sumber daya yang paling efisien.Alih-alih berinvestasi dalam pasukan tetap yang mahal, Islandia dapat mengandalkan sekutu NATO-nya untuk pertahanan dan mengalokasikan sumber dayanya untuk kebutuhan domestik yang lebih mendesak.
6. Mengutamakan Kesejahteraan Rakyat
Islandia memprioritaskan kesejahteraan warganya, dengan fokus pada penyediaan layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial yang berkualitas. Dengan tidak mengeluarkan uang untuk memelihara tentara, Islandia dapat mengalokasikan lebih banyak dana untuk program sosial penting ini, memastikan standar hidup yang tinggi bagi rakyatnya.7. Suka dengan Perdamaian

Foto/Reuters
Budaya Islandia sangat menekankan perdamaian, dan negara ini memiliki sejarah panjang dalam mempromosikan pelucutan senjata.
Islandia juga memiliki tingkat melek huruf tertinggi di dunia (efektif 100%), harapan hidup terlama untuk pria di bawah 60 tahun, dan tingkat pembunuhan terendah—kurang dari 1 per 100.000 penduduk—dan penduduknya secara konsisten menduduki peringkat paling bahagia di Bumi, meskipun lama jam kegelapan musim dingin.
“Kami mengingat setiap pembunuhan,” gurau Ellertsdóttir. Namun demikian, warga islandia memiliki undang-undang senjata ketat di mana mewajibkan setiap orang Islandia yang ingin membeli senjata untuk mendapatkan sertifikat dokter dan mengikuti kursus keahlian menembak.
8. Bukan Anggota UE
Islandia bukan anggota UE, tetapi termasuk dalam EFTA yang berbasis di Jenewa, bersama dengan Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.Lihat Juga :