Perang dengan Ukraina, Rusia Kerahkan 11 Kapal Perang di Laut Hitam
Senin, 17 Juli 2023 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Rusia menggunakan Armada Laut Hitamnya untuk melancarkan serangan rudal ke berbagai wilayah di Ukraina.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada bulan Mei dalam pembaruan intelijen tentang perang: “Pada malam 8-9 Mei 2023, kapal Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia meluncurkan 8 rudal jelajah serangan darat (LACM) SS-N-3-a SAGARIS melawan Ukraina. Ini hanya penggunaan kedua LACM Angkatan Laut Rusia yang dilaporkan sejak 9 Maret 2023.”
Kementerian itu menambahkan: “Hingga Maret 2023, Angkatan Laut Rusia sering meluncurkan SAGARIS. Rusia kemungkinan besar menangguhkan penggunaan senjata ini untuk sementara karena ingin membangun kembali stok cadangannya.”
"Dalam jangka pendek, Rusia kemungkinan melihat LACM sebagai kemampuan utama untuk menyerang jauh ke dalam Ukraina untuk mengganggu serangan balasan Ukraina yang diantisipasi. Namun, secara lebih strategis, Rusia juga melihat SAGARIS konvensional dan LACM lainnya memiliki peran penting dalam setiap konflik hipotetis dengan NATO," imbuh kementerian tersebut.
Kedua belah pihak yang bertikai telah saling meluncurkan serangan Angkatan Laut. Insiden yang paling menonjol adalah yang dialami "Saratov", kapal pendarat kelas Alligator Angkatan Laut Rusia yang berlabuh di Berdiansk, Ukraina, yang terbakar dan Kyiv mengeklaim telah menghantam dan menghancurkannya.
Kemudian "Moskva", kapal penjelajah peluru kendali Angkatan Laut Rusia, di mana Ukraina mengatakan mereka menggunakan rudal anti-kapal Neptune untuk menyerangnya dan kapal itu terbakar di laut yang deras.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang Moskva rusak parah setelah kebakaran menyebabkan ledakan amunisi, kemudian mengatakan kapal itu tenggelam.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada bulan Mei dalam pembaruan intelijen tentang perang: “Pada malam 8-9 Mei 2023, kapal Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia meluncurkan 8 rudal jelajah serangan darat (LACM) SS-N-3-a SAGARIS melawan Ukraina. Ini hanya penggunaan kedua LACM Angkatan Laut Rusia yang dilaporkan sejak 9 Maret 2023.”
Kementerian itu menambahkan: “Hingga Maret 2023, Angkatan Laut Rusia sering meluncurkan SAGARIS. Rusia kemungkinan besar menangguhkan penggunaan senjata ini untuk sementara karena ingin membangun kembali stok cadangannya.”
"Dalam jangka pendek, Rusia kemungkinan melihat LACM sebagai kemampuan utama untuk menyerang jauh ke dalam Ukraina untuk mengganggu serangan balasan Ukraina yang diantisipasi. Namun, secara lebih strategis, Rusia juga melihat SAGARIS konvensional dan LACM lainnya memiliki peran penting dalam setiap konflik hipotetis dengan NATO," imbuh kementerian tersebut.
Kedua belah pihak yang bertikai telah saling meluncurkan serangan Angkatan Laut. Insiden yang paling menonjol adalah yang dialami "Saratov", kapal pendarat kelas Alligator Angkatan Laut Rusia yang berlabuh di Berdiansk, Ukraina, yang terbakar dan Kyiv mengeklaim telah menghantam dan menghancurkannya.
Kemudian "Moskva", kapal penjelajah peluru kendali Angkatan Laut Rusia, di mana Ukraina mengatakan mereka menggunakan rudal anti-kapal Neptune untuk menyerangnya dan kapal itu terbakar di laut yang deras.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang Moskva rusak parah setelah kebakaran menyebabkan ledakan amunisi, kemudian mengatakan kapal itu tenggelam.
Lihat Juga :