Perbandingan Kekuatan Militer Gurkha dan Wagner Group

Minggu, 16 Juli 2023 - 13:32 WIB
loading...
A A A
Pemimpin Wagner Group saat ini adalah Yevgeny Prigozhin. Sebelum terjun ke bidang tentara bayaran, dia menjadi sosok pebisnis yang menjadi sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kekuatan Wagner Group terdiri atas ribuan tentara bayaran. Awalnya, mereka memiliki banyak tentara elite yang sangat terlatih. Namun, karena kebutuhan mendesak untuk perang di Ukraina, mereka sempat merekrut para narapidana serta warga asing yang bersedia menjadi serdadu.

Menurut laporan DW, Kementerian Pertahanan Inggris memperkirakan Wagner Group memiliki anggota mencapai 50.000 orang.

Sepak terjang Wagner jadi sorotan media Barat seteah berhasil merebut Bakhmut dari Ukraina dan menyerahkan kendali kota itu kepada militer Rusia.

Selain perang Ukraina, Wagner Group juga mendapat kontrak di sejumlah negara. Contohnya di Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, dan lainnya.
Meski mengaku sebagai perusahaan militer swasta, namun banyak yang menduga bahwa mereka hanya bekerja untuk satu klien, yakni Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin.

Jika membandingkan antara Gurkha dan Wagner, masing-masing memiliki keunggulan. Sebagai contoh, Gurkha memiliki tentara yang kompeten dan sudah terlatih dengan baik. Sementara itu, Wagner unggul dalam hal kuantitas tentara serta pengalaman tempur.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Berita Terkini
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved