Eks Ajudan Zelensky: Menginvasi Crimea Akan Membunuh 200.000 Tentara Ukraina

Minggu, 16 Juli 2023 - 06:27 WIB
loading...
A A A
Mantan ajudan Zelensky mengakui bahwa Kyiv sudah sepenuhnya bergantung pada pendukung Baratnya.

"Jika AS dan sekutunya berhenti memasok senjata ke pasukan Ukraina, mereka tidak hanya tidak dapat merebut kembali wilayah yang telah bergabung dengan Rusia, tetapi juga akan berjuang untuk mempertahankan posisi mereka saat ini," ujarnya.

Arestovych juga secara terbuka menuduh Washington dan sekutunya mengejar kepentingan mereka sendiri dalam konflik Ukraina-Rusia.

“Jujur saja: tujuan kebijakan luar negeri kita dalam perang ini sangat kontras dengan tujuan kebijakan luar negeri para sponsor dan pendukung kita,” katanya, seraya menambahkan bahwa Barat bersedia mengorbankan wilayah Ukraina dan nyawa rakyatnya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Menurutnya, Ukraina sekarang hanya dapat memengaruhi para pemimpin Barat pada tingkat emosional, menambahkan bahwa Kyiv seharusnya berfokus pada membangun kedaulatannya sendiri.

“Kami membutuhkan hubungan berdasarkan keuntungan nyata. Itulah satu-satunya hal yang mereka [Barat] pahami,” paparnya.

"Kebijakan tidak bermoral dan ketidakmampuan untuk mengambil keputusan serius adalah kelemahan utama Barat," sambung dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved