Anggota Kongres AS Ilhan Omar akan Boikot Pidato Presiden Israel

Jum'at, 14 Juli 2023 - 11:49 WIB
loading...
A A A
“Itu terjadi ketika anggota kabinet Israel sayap kanan yang ekstrim menyerang langsung Presiden (AS) Biden, dengan mengatakan Israel 'tidak lagi menjadi bintang' di bendera AS. Itu juga terjadi ketika pemerintah Israel mendorong melalui apa yang digambarkan oleh para ahli hukum sebagai kudeta yudisial untuk memusatkan kekuasaan dan merusak kontrol atas kekuasaan mereka, mendorong demonstrasi massa berbulan-bulan terhadap pemerintah di seluruh Israel," papar dia.

Pandangan Biden tentang pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terbukti selama wawancara dengan CNN ketika dia mengatakan pemerintah koalisi Tel Aviv memiliki beberapa "anggota paling ekstrim" yang dia lihat di Israel.

Sebagai tanggapan, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menembaki presiden AS dengan mengatakan, "Presiden Biden harus menginternalisasi bahwa Israel bukan lagi bintang lain di bendera Amerika."

"Dengan cara apa saya seorang ekstremis? Dengan membagikan senjata kepada warga Israel sehingga mereka dapat membela diri? Dalam hal itu, saya memberikan dukungan penuh kepada tentara dan perwira kami?" ujar Ben-Gvir.

Dalam tweetnya, Omar juga menyoroti invasi Israel ke Jenin di Tepi Barat yang berlangsung selama kurang lebih 48 jam pada 3-4 Juli, yang mengakibatkan pembunuhan 12 orang Palestina termasuk 4 anak-anak, melukai 120 orang dan kehancuran hampir 80% rumah dan infrastruktur di Kamp Pengungsi Jenin.

“Ini semua adalah tren yang sangat memprihatinkan, terutama mengingat fakta bahwa kami memberi Israel hampir USD4 miliar bantuan militer tahunan,” tegas dia.

Dia menambahkan, bagaimanapun, “AS dapat dan harus menggunakan alat diplomatiknya untuk terlibat dengan pemerintah Israel."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved