Separuh Negara di Dunia Terjebak dalam Rutinitas Membayar Bunga Utang
Jum'at, 14 Juli 2023 - 03:18 WIB
loading...
A
A
A
Pasar keuangan tampaknya belum menderita – tetapi miliaran orang dan tingkat utang publik “mengejutkan dan melonjak”, tambahnya.
Menurut laporan itu, jumlah negara yang menghadapi tingkat utang tinggi telah meningkat tajam dari 22 negara pada 2011 menjadi 59 negara pada 2022. Dan total 52 negara, hampir 40% dari negara berkembang, berada dalam masalah utang serius, catat Guterres.
“Di Afrika, jumlah yang dihabiskan untuk pembayaran bunga lebih tinggi daripada pengeluaran untuk pendidikan atau kesehatan. Negara-negara berkembang di Asia dan Oseania [tidak termasuk China] mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembayaran bunga daripada untuk kesehatan,” demikian keterangan laporan itu.
“Demikian pula, di Amerika Latin dan Karibia, negara-negara berkembang mencurahkan lebih banyak uang untuk pembayaran bunga daripada untuk investasi. Di seluruh dunia, meningkatnya beban utang menghalangi negara-negara untuk berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: Sepakati Penangguhan Plafon Utang USD31,4 Triliun, Biden Sebut Amerika Terhindar dari Krisis
Guterres mengatakan semakin banyak utang dipegang oleh kreditur swasta yang membebankan suku bunga setinggi langit ke negara-negara berkembang.
Menurut laporan itu, jumlah negara yang menghadapi tingkat utang tinggi telah meningkat tajam dari 22 negara pada 2011 menjadi 59 negara pada 2022. Dan total 52 negara, hampir 40% dari negara berkembang, berada dalam masalah utang serius, catat Guterres.
“Di Afrika, jumlah yang dihabiskan untuk pembayaran bunga lebih tinggi daripada pengeluaran untuk pendidikan atau kesehatan. Negara-negara berkembang di Asia dan Oseania [tidak termasuk China] mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembayaran bunga daripada untuk kesehatan,” demikian keterangan laporan itu.
“Demikian pula, di Amerika Latin dan Karibia, negara-negara berkembang mencurahkan lebih banyak uang untuk pembayaran bunga daripada untuk investasi. Di seluruh dunia, meningkatnya beban utang menghalangi negara-negara untuk berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: Sepakati Penangguhan Plafon Utang USD31,4 Triliun, Biden Sebut Amerika Terhindar dari Krisis
Guterres mengatakan semakin banyak utang dipegang oleh kreditur swasta yang membebankan suku bunga setinggi langit ke negara-negara berkembang.
Lihat Juga :