Rudal Antarbenua yang Ditembakkan Korut Adalah Hwasong-18, Jadi Peringatan untuk AS
Kamis, 13 Juli 2023 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
"Uji tembak adalah proses penting yang bertujuan untuk lebih mengembangkan kekuatan nuklir strategis Republik dan, pada saat yang sama, berfungsi sebagai peringatan praktis yang kuat kepada musuh," tulis KCNA yang menggunakan nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).
Menuduh Washington meningkatkan ketegangan dengan mengerahkan kapal selam dan pesawat pengebom ke semenanjung Korea serta melakukan perencanaan perang nuklir dengan sekutu Korea Selatan, KCNA mengatakan situasi keamanan militer "telah mencapai fase krisis nuklir setelah era Perang Dingin."
Pemimpin Korut Kim Jong-un mengawasi uji tembak ICBM kemarin, dan mengatakan negara itu akan mengambil langkah-langkah yang semakin kuat untuk melindungi dirinya sendiri sampai AS dan sekutunya menghentikan kebijakan bermusuhan mereka.
Menurut KCNA, waktu penerbangan 74 menit Hwasong-18 adalah yang terlama untuk uji coba rudal Korea Utara. Laporan itu menambahkan bahwa tahap kedua dan ketiga diterbangkan pada lintasan loft ke ketinggian tinggi untuk keselamatan.
"Uji tembak tidak berdampak negatif pada keamanan negara-negara tetangga," imbuh KCNA.
Menuduh Washington meningkatkan ketegangan dengan mengerahkan kapal selam dan pesawat pengebom ke semenanjung Korea serta melakukan perencanaan perang nuklir dengan sekutu Korea Selatan, KCNA mengatakan situasi keamanan militer "telah mencapai fase krisis nuklir setelah era Perang Dingin."
Pemimpin Korut Kim Jong-un mengawasi uji tembak ICBM kemarin, dan mengatakan negara itu akan mengambil langkah-langkah yang semakin kuat untuk melindungi dirinya sendiri sampai AS dan sekutunya menghentikan kebijakan bermusuhan mereka.
Menurut KCNA, waktu penerbangan 74 menit Hwasong-18 adalah yang terlama untuk uji coba rudal Korea Utara. Laporan itu menambahkan bahwa tahap kedua dan ketiga diterbangkan pada lintasan loft ke ketinggian tinggi untuk keselamatan.
"Uji tembak tidak berdampak negatif pada keamanan negara-negara tetangga," imbuh KCNA.
Lihat Juga :