Rusia Berhasil Uji Reaktor Poseidon, Torpedo yang Bisa Picu Tsunami Radioaktif 500 Meter

Selasa, 11 Juli 2023 - 07:08 WIB
loading...
Rusia Berhasil Uji Reaktor...
Rusia menguji coba reaktor dari Poseidon, senjata torpedo yang diklaim bisa memicu tsunami radioaktif 500 meter di negara-negara Barat. Foto/Angkatan Laut Rusia/Oleg Kuleshov
A A A
MOSKOW - Rusia telah berhasil menguji coba bagian dari Poseidon, drone torpedo bawah laut berkemampuan nuklir yang diklaim bisa memicu tsunami radioaktif hingga 500 meter di negara-negara Barat.

Kantor berita RIA Novosti, mengutip sumber di kompleks industri militer, melaporkan bahwa reaktor untuk drone bawah air bertenaga nuklir Poseidon menunjukkan operabilitas dan keamanannya telah dikonfirmasi.

"Mereka siap untuk bekerja sebagaimana dimaksud," tulis media yang didukung Kremlin tersebut dalam laporannya yang dilansir Newsweek, Selasa (11/7/2023).

Laporan kantor berita Rusia itu menambahkan bahwa tes laut pertama dari senjata tersebut dijadwalkan pada musim panas ini.

Baca juga: Bisa Bikin AS Tsunami Radioaktif, Kapal Selam Nuklir Rusia Rampung Uji Torpedo Poseidon

Keberadaan torpedo Poseidon bocor ke media pada 2015 sebelum diumumkan secara resmi pada 2018.

Menurut laporan Layanan Riset Kongres (CRS) Amerika Serikat (AS), Moskow bermaksud agar Poseidon—yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir—menjadi opsi kedua atau ketiga untuk serangan balasan terhadap kota-kota AS jika terjadi perang nuklir.

Presiden Vladimir Putin dalam pidato Maret 2018 mengatakan Rusia telah mengembangkan apa yang dia gambarkan sebagai kendaraan kapal selam tak berawak yang dapat bergerak dengan kecepatan beberapa kali lebih tinggi daripada kecepatan kapal selam.

“Mereka tenang, sangat bermanuver dan hampir tidak memiliki kerentanan untuk dieksploitasi musuh,” kata Putin saat itu. "Tidak ada apa pun di dunia ini yang mampu menahan mereka."

Juga dikenal sebagai "Status-6" atau "Kanyon," media pemerintah melaporkan bahwa torpedo tersebut memiliki panjang 20 meter dan diameter 1,8 meter, dengan berat sekitar 100 ton.

Sidharth Kaushal, seorang peneliti untuk kekuatan laut dan pertahanan rudal di lembaga think tank Royal United Services Institute, mengatakan kepada Euronews bahwa senjata itu dapat memiliki jangkauan setidaknya 10.000 kilometer atau 6.200 mil.

Sedangkan US Naval Institute, sebuah organisasi nirlaba AS, menggambarkan torpedo Poseidon Rusia memiliki jangkauan yang secara teoritis tidak terbatas.

Laporan uji coba Poseidon ini muncul beberapa bulan setelah pensiunan komandan militer Rusia, Yevgeny Buzhinsky, dan presenter televisi pemerintah Vladimir Solovyov membahas penargetan Inggris oleh torpedo Poseidon jika pasukan NATO berani memasuki Ukraina.

Selama diskusi di stasiun televisi Rossiya 1, Letnan Jenderal (Purn) Buzhinsky berkata: "Jika kita percaya [Perdana Menteri Hongaria Victor] Orban, jika mereka benar-benar akan mengerahkan pasukan [ke Ukraina], ya, semuanya akan berakhir dengan Poseidon dan tsunami, gelombang setinggi 300 atau 500 meter."

Solovyov menimpali dengan mengatakan: "Dan kemudian, Inggris Raya tidak akan ada lagi!"

Buzhinsky kembali merespons: "Ya, Inggris Raya pasti tidak akan ada lagi, saya berbicara tentang AS."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved