Gara-gara Biaya, Proyek Kapal Perang Siluman Rusia Dibatalkan

Minggu, 09 Juli 2023 - 11:48 WIB
loading...
Gara-gara Biaya, Proyek...
Gara-gara biaya, proyek kapal perang siluman Rusia dibatalkan. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Rencana Rusia untuk membangun serangkaian kapal perang siluman buat Angkatan Lautnya dilaporkan telah dibatalkan karena biaya.

Proyek 20386 ditujukan untuk membangun setidaknya 10 korvet berdasarkan kelas kapal Steregushchiy dan Gremyashchiy, tetapi lebih besar dan dengan desain siluman.

Kapal utama kelas ini diletakkan pada Oktober 2016. Konstruksi di Severnaya Verf (Galangan Kapal Utara) St Petersburg diharapkan selesai agar dapat beroperasi pada tahun 2020.

Setelah penundaan yang signifikan, galangan kapal menerima superstruktur satu kapal yang diberi nama Derzky pada Juli 2021.

Baca Juga: Rusia Rebut Rudal Canggih Storm Shadow Inggris, Rahasianya Bakal Dibongkar

Namun, pada hari Jumat, sumber kementerian pertahanan Rusia mengatakan kepada kantor berita milik negara TASS bahwa Derzkiy akan tetap menjadi satu-satunya korvet dari proyek di kelasnya dan tidak ada pembuatan lebih lanjut dari kapal lain yang akan dilanjutkan.

Sumber itu mengatakan kepada agensi bahwa "perkiraan biaya" dari rencana untuk beberapa kapal tidak akan memungkinkan korvet diproduksi dalam jumlah yang sama dengan proyek lainnya.

“Peletakan korvet Proyek 20386 lebih lanjut dalam bentuk mereka saat ini tidak direncanakan. Program untuk konstruksi mereka akan ditutup,” kata sumber itu seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (9/7/2023).

Namun, TASS melaporkan bahwa galangan kapal dan Pabrik Pembuatan Kapal Amur akan melanjutkan proyek lainnya.

Naval News melaporkan proyek tersebut bertujuan untuk membangun kapal perang modern dan serbaguna yang dapat melibatkan target permukaan dengan peluru kendali, mendeteksi kapal selam dengan torpedo dan melakukan misi patroli dan pengawasan.

Baca Juga: Perang Lawan Ukraina, Kapal Perang Rusia di Laut Hitam Hanya Tersisa Dua

"Korvet itu memiliki teknologi siluman, termasuk penampang radar yang dikurangi dan inframerah, meningkatkan kemampuan bertahan dan mengurangi pendeteksian," tambah Naval News.

Newsweek telah mengirim email ke kementerian pertahanan Rusia untuk memberikan komentar.

Apa peran kemampuan angkatan laut Rusia dalam perang yang dimulai di Ukraina masih belum jelas. Pada tahap awal invasi, Rusia mengalami pukulan signifikan, seperti penghancuran Moskva kapal Armada Laut Hitam pada April 2022, yang diklaim Ukraina disebabkan oleh rudal yang ditembakkannya.

Mayor Jenderal Vadym Skibitsky, wakil kepala intelijen militer Ukraina, pada bulan Mei mengatakan bahwa Rusia telah memindahkan sebagian besar kapal perang Armada Laut Hitam dari pangkalan utamanya di Crimea ke perairan yang lebih aman dari drone maritim.

Sementara itu, Angkatan Laut Rusia akan mendapatkan dua kapal selam nuklir lagi pada akhir tahun ini. Aleksey Rakhmanov, kepala United Shipbuilding Corporation mengatakan kepada TASS pada bulan Juni bahwa kapal selam kelas Borei-A dan kelas Yasen-M akan mulai beroperasi dalam enam bulan ke depan. Armada kapal selam Rusia dianggap lebih unggul dari armada permukaan angkatan laut.

Baca Juga: Kapal Perang Rusia Rezky Tembak Jatuh Rudal Supersonik di Laut Jepang
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved