Kirim Bom Cluster, Biden Sebut Ukraina Kehabisan Amunisi

Minggu, 09 Juli 2023 - 09:36 WIB
loading...
A A A
“Jadi, apa yang akhirnya saya lakukan, saya mengambil rekomendasi dari Departemen Pertahanan untuk – tidak secara permanen – tetapi untuk memungkinkan masa transisi ini, sementara kami mendapatkan lebih banyak 155 senjata, peluru ini, untuk Ukraina,” tuturnya.

Ada lebih dari 100 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, yang telah melarang penggunaan munisi itu berdasarkan Konvensi Munisi Tandan. Tetapi AS dan Ukraina bukanlah penandatangan larangan tersebut.

“Mereka mencoba melewati parit-parit itu dan menghentikan tank-tank itu agar tidak bergerak. Tapi itu bukan keputusan yang mudah,” kata Biden.

"Kami bukan penandatangan perjanjian itu, tapi butuh beberapa saat bagi saya untuk diyakinkan untuk melakukannya," ia menambahkan.

“Tetapi hal utama adalah mereka memiliki senjata untuk menghentikan Rusia sekarang – mencegah mereka menghentikan serangan Ukraina melalui area ini – atau tidak. Dan saya pikir mereka membutuhkannya," ucapnya.

Keputusan untuk menyediakan munisi tandan datang pada titik kritis dalam perang, karena Ukraina telah berjuang untuk memperoleh keuntungan besar dalam serangan balasan mereka melawan Rusia.

Baca Juga: Mengenal Bom Tandan, Senjata Terlarang yang Ingin Dikirim AS ke Ukraina

Biden akan menyambangi Eropa pada hari Minggu waktu AS untuk perjalanan selama seminggu, termasuk menghadiri KTT NATO di Lituania, di mana perang Rusia melawan Ukraina – serta dorongan Kiev untuk bergabung dengan NATO – adalah masalah utama yang membayangi pertemuan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved