Taiwan Tak Percaya China Mampu Tenggelamkan Kelompok Tempur Kapal Induk AS

Sabtu, 08 Juli 2023 - 14:28 WIB
loading...
Taiwan Tak Percaya China...
Taiwan tak percaya China mampu tenggelamkan kelompok tempur kapal induk AS hanya dengan 24 rudal antikapal hipersonik. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Pemerintah Taiwan tidak percaya dengan klaim para peneliti Beijing bahwa militer China mampu menenggelamkan kelompok tempur kapal induk Amerika Serikat (AS) dengan puluhan rudal hipersonik.

Taipei menganggap klaim itu sebagai upaya perang psikologis terbaru Beijing di tengah meningkatnya ketegangan di antara mereka.

Pada bulan Mei lalu, para peneliti China mengeklaim bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dapat “dengan pasti” menghancurkan kelompok tempur kapal induk Angkatan Laut AS dengan hanya 24 rudal anti-kapal hipersonik.

Pejabat keamanan nasional Taipei mengatakan klaim itu adalah bagian dari kampanye intimidasi terus-menerus yang bertujuan merusak kepercayaan publik terhadap militer Taiwan.

Baca Juga: Rudal Hipersonik China Diklaim Mampu Tenggelamkan Kapal Induk Terbaru AS

Mereka menunjukkan bahwa hasil latihan perang China sangat berbeda dari hasil simulasi Taiwan sendiri, yang menyertakan parameter realistis.

Menurut pakar latihan perang Taiwan, Lin Chuan-kai, simulasi China itu direplikasi oleh Institute for National Defense and Security Research yang berbasis di Taipei.

Itu menunjukkan bahwa hanya dua dari enam kapal dalam gugus tempur kapal induk Angkatan Laut AS yang tenggelam, berlawanan dengan lima yang diklaim para peneliti Beijing.

Lembaga tersebut juga menemukan bahwa rudal balistik Dongfeng-20 dan Dongfeng-26 yang digunakan dalam simulasi hanya akan menenggelamkan kapal AS saat tidak bergerak.

“Mereka mendapatkan hasil bahwa mereka dapat menghabisi hampir seluruh kelompok penyerang kapal induk, tetapi hasil kami menunjukkan bahwa mereka hanya akan melakukan sedikit kerusakan. Kami ingin tahu bagaimana perbedaannya bisa begitu mencolok,” kata Lin, seperti dikutip The Defense Post,Sabtu (8/7/2023).

Menurutnya, perbedaan hasil latihan perang atau simulasi telah membuktikan bahwa perilaku China harus dilihat sebagai "intimidasi" daripada "agresi".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved