Mengenal Bom Tandan, Senjata Terlarang yang Ingin Dikirim AS ke Ukraina

Jum'at, 07 Juli 2023 - 20:05 WIB
loading...
A A A
Artikel itu menambahkan bahwa dibutuhkan 10 atau lebih bom untuk menghancurkan kendaraan lapis baja, tetapi itu hanya perlu satu untuk menonaktifkan senjata kendaraan lapis baja atau membuatnya tidak bisa bergerak.

Apakah bom cluster pernah digunakan dalam perang di Ukraina sebelumnya?


Ya, baik Ukraina maupun Rusia telah menggunakan bom tandan sejak pasukan Moskow menginvasi pada Februari 2022. Baru-baru ini, pasukan Ukraina telah mulai menggunakan munisi tandan yang disediakan Turki di medan perang.

Tetapi para pejabat Ukraina telah mendorong AS untuk menyediakan munisi tandannya sejak tahun lalu, dengan alasan bahwa mereka akan memberikan lebih banyak amunisi untuk sistem artileri dan roket yang disediakan Barat, dan membantu mempersempit keunggulan numerik Rusia dalam artileri.

Mengapa munisi tandan kontroversial daripada bom lainnya?


Saat bom jatuh di area yang luas, mereka dapat membahayakan non-kombatan.

Selain itu, menurut Komite Palang Merah Internasional, antara 10% hingga 40% amunisi itu gagal meledak. Amunisi yang tidak meledak inilah yang berbahaya karena kemudian dapat meledak akibat aktivitas sipil bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade kemudian.

Koalisi Munisi Tandan, sebuah kelompok aktivis yang mencoba melarang senjata di mana-mana, mengatakan submunisi tandan yang berpotensi mematikan masih terbengkalai di Laos dan Vietnam 50 tahun setelah penggunaannya.

Dalam sebuah pernyataan Jumat, Human Rights Watch mengatakan baik Ukraina dan Rusia telah membunuh warga sipil dengan penggunaan munisi tandan dalam perang sejauh ini.

“Amunisi cluster tetap menjadi salah satu senjata paling berbahaya di dunia. Mereka membunuh dan melukai tanpa pandang bulu dan menyebabkan penderitaan manusia yang meluas,” kata Gilles Carbonnier, wakil presiden Komite Palang Merah Internasional, dalam sebuah konferensi tentang amunisi di Swiss tahun lalu.

“Setiap penggunaan munisi tandan, di mana pun, oleh siapa pun, harus dikutuk,” tegas Carbonnier.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved